Bahas Strategi Penurunan Stunting, Komisi I DPRD Sinjai Kunker ke Takalar
Maret 06, 2026
TAKALAR, Foxnesia.com – Komisi I DPRD Kabupaten Sinjai melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Takalar untuk mempelajari strategi dan kebijakan daerah dalam percepatan penurunan angka stunting.
Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A2KB) Kabupaten Takalar, Jumat (6/3/2026).
Dalam Kunjungan tersebut sebagai upaya memperoleh referensi serta bahan perbandingan terkait langkah-langkah efektif yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam menekan angka stunting.
Turut hadir sejumlah perangkat daerah dari Pemerintah Kabupaten Sinjai, di antaranya Dinas Kesehatan, Bappeda, serta DP3A2KB Kabupaten Sinjai.
Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A2KB) Kabupaten Takalar, Jumat (6/3/2026).
Dalam Kunjungan tersebut sebagai upaya memperoleh referensi serta bahan perbandingan terkait langkah-langkah efektif yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam menekan angka stunting.
Turut hadir sejumlah perangkat daerah dari Pemerintah Kabupaten Sinjai, di antaranya Dinas Kesehatan, Bappeda, serta DP3A2KB Kabupaten Sinjai.
Kunjungan ini berlangsung selama dua hari, 5 hingga 6 Maret 2026 bertujuan untuk memperkaya referensi kebijakan serta menggali strategi efektif yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam percepatan penurunan stunting.
Sinergi yang melibatkan Dinas Kesehatan, Bappeda, dan DP3A2KB Kabupaten Sinjai ini menjadi cerminan bahwa penanganan stunting merupakan program prioritas daerah yang menuntut keterpaduan langkah serta kolaborasi aktif dari berbagai pihak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar krusial untuk mengevaluasi sekaligus mengoptimalkan program kerja yang saat ini tengah berjalan di Sinjai.
"Penanganan stunting adalah kerja besar yang tidak dapat diselesaikan secara parsial. Kita membutuhkan kolaborasi yang solid, mulai dari tahap perencanaan di Bappeda, eksekusi di lapangan oleh Dinas Kesehatan, dukungan kebijakan dari legislatif, hingga pendampingan keluarga oleh DP3A2KB," ujar dr. Emmy.
Ia menambahkan, hasil dari pertukaran informasi dan pengalaman dengan Pemerintah Kabupaten Takalar akan menjadi masukan strategis bagi Pemkab Sinjai.
"Kami berupaya memastikan seluruh program yang dijalankan ke depan benar-benar terintegrasi, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Sinjai," pungkasnya.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi katalisator bagi akselerasi penurunan angka stunting, sekaligus menjadi wujud nyata hadirnya pemerintah dalam menjamin masa depan generasi yang lebih sehat dan berdaya saing.
Haeril