FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Badai Post-Truth dan Viralitas, IMM Maros Dorong Kader Jadi Benteng Literasi Umat


MAROS, Foxnesia.com – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Maros menggelar dialog keilmuan bertajuk “Badai Post-Truth: Bagaimana Kader Menjadi Benteng Literasi Umat?”.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Muhammad Nurjaya, dosen Universitas Muslim Maros (UMMA), serta Ahmad Hunai, yang juga menjabat sebagai Manajer LazisMu Sulawesi Selatan.

Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Nurjaya menekankan pentingnya sikap kritis dalam menyikapi arus informasi di media sosial. 

Menurutnya, berbagai informasi, postingan, maupun konten viral yang beredar tidak dapat dilepaskan dari bias serta kepentingan pihak yang memproduksinya.

“Setiap informasi perlu diverifikasi sebelum dipercaya atau disebarkan. Tanpa sikap kritis, masyarakat mudah terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Hunai menyoroti pentingnya literasi digital dalam menghadapi fenomena post-truth. Ia menjelaskan bahwa bahasa memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap suatu realitas.

"Peran bahasa kerap digunakan sebagai alat konstruksi makna yang dapat memengaruhi opini publik, terutama di tengah derasnya arus informasi di media sosial," ujarnya.

Dalam diskusi tersebut juga disinggung pendekatan dekonstruksi bahasa untuk memahami bagaimana narasi tertentu dibangun dan disebarkan hingga memengaruhi cara berpikir masyarakat.

Lebih lanjut, para narasumber menekankan bahwa kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memiliki tanggung jawab moral dan intelektual sebagaimana apa yang menjadi penekanan kader IMM di dalam tri kompetensinya, untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, termasuk fenomena post-truth.

Haeril
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan