Pertemuan Hj Ansari dan MWCNU Pasean Bahas Guru Honorer Hingga Bantuan Sosial
Februari 08, 2026
PAMEKASAN, Foxnesia.com — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj Ansari, menyerap aspirasi masyarakat saat menghadiri kegiatan Yaumil Ijtima’ yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pasean, di Masjid An-Nur, Pondok Pesantren An-Nur Sorrean Laok, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jumat (6/2/26).
Dalam forum tersebut, salah satu aspirasi yang paling mengemuka ialah nasib guru honorer, terutama yang mengabdi di lembaga pendidikan swasta. Para tokoh NU menilai kesejahteraan guru honorer masih jauh dari kata layak.
Ketua MWCNU Pasean, KH Rasat, menyampaikan penghasilan guru honorer saat ini sangat kecil dan belum memiliki kepastian status.
“Penghasilan mereka sekitar Rp300 ribu sampai Rp400 ribu per bulan. Ini kondisi yang sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Hj Ansari menegaskan, kehadirannya merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus upaya menyerap aspirasi secara langsung.
Ia mengatakan Komisi VIII DPR RI memiliki kemitraan kerja dengan sejumlah kementerian, di antaranya Kementerian Agama, Kementerian Sosial, kementerian terkait penyelenggaraan haji dan umrah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta lembaga penanggulangan bencana.
Terkait guru honorer, Ansari menyatakan pihaknya terus mendorong agar guru honorer swasta dapat diakomodasi melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ia juga menyampaikan bahwa tunggakan sertifikasi guru sejak 2018 hingga 2025 telah menjadi perhatian dan perjuangan pihaknya.
“Guru memiliki peran besar dalam mencerdaskan anak bangsa. Karena itu, hak-haknya harus terus kita perjuangkan,” kata Ansari.
Dalam kesempatan yang sama, Ansari turut menyinggung isu layanan haji dan umrah. Ia menyebut sistem antrean haji kini telah disamaratakan secara nasional sehingga pendaftaran dari daerah mana pun memiliki peluang keberangkatan yang setara.
Selain itu, ia juga menyoroti isu perlindungan anak, kesejahteraan sosial, serta dukungan bagi masyarakat kurang mampu, termasuk bantuan alat kesehatan.
Ansari menyebut pihaknya juga membawa bantuan dari Kementerian Sosial untuk warga terdampak bencana di Pasean.
“Hari ini saya membawa bantuan dari Kementerian Sosial untuk korban bencana di Pasean. Kami juga akan mengupayakan bantuan lanjutan melalui Baznas dan BNPB,” pungkasnya.
Haeril