Mahasiswa KKN-T Unhas Inovasi Pembuatan Sabun Cuci Piring Dengan Memanfaatkan Jeruk Nipis
Februari 10, 2026
SIDRAP, Foxnesia.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan program inovasi pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan dengan memanfaatkan jeruk nipis di Desa Betao Riase, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Program bertajuk “Inovasi Pembuatan Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan”, ini dilaksanakan selama satu hari, dan waktu pelaksanaan pada hari Kamis 5 Februari 2026, dengan sasaran Kelompok Tani Wanita (KWT), Kelompok PKK, dan kelompok usaha kecil dan juga tentunya dengan pendampingan Dosen Pembimbing, Dr. Hasan Basri.
Program ini diinisiasi oleh Devi Natalia, Mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat Desa Betao Riase.
Devi dengan teman-teman melakukan pendekatan edukatif dan praktik langsung yang interaktif bersama Masyarakat, Dimana kami berupaya memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan bahan alami yang bernilai guna serta ramah lingkungan, sekaligus mendorong kemandirian dan kreativitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan bahan alami yang ramah lingkungan, manfaat jeruk nipis sebagai bahan pembersih, serta langkah-langkah sederhana dalam proses pembuatan sabun cuci piring.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan sumber daya lokal, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya produk ramah lingkungan, serta mendorong kemandirian dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Program ini mendapat respon positif dari pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Pihak desa menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan inovasi pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan yang dinilai bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan masyarakat serta mendorong pemanfaatan bahan alami lokal secara berkelanjutan.
Setelah bertanya beberapa warga yang mengikuti kegiatan, program ini dinilai sangat baik dan memberikan dampak positif.
Terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan bahan alami serta mengurangi pengeluaran rumah tangga melalui pembuatan sabun cuci piring secara mandiri.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Kepala Desa Betao Riase.
Adapun tanggapan dari sala satu staf desa “Program kerja yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN sangat membantu pemerintah desa dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan yang dilakukan, seperti edukasi dan pelatihan, memberikan dampak positif karena menambah wawasan serta keterampilan warga.
"Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan di masa mendatang," ujar Kak Apriani.
”Produk ini mudah digunakan, aman di tangan, serta memiliki hasil yang memuaskan. Saya berharap produk seperti ini dapat terus dikembangkan karena sangat membantu masyarakat,” ujar ibu Camba.
Kegiatan inovasi pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat mahasiswa KKN-T Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin di Kabupaten Sidenreng Rappang, khususnya di Desa Betao Riase, yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung dengan memanfaatkan potensi bahan alami lokal.
Haeril