FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kopdes Merah Putih Diminta Produksi Genteng Dukung Program Gentengisasi Presiden Prabowo

 

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono (Foto: Kompas)

JAKARTA, Foxnesia.com - Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, sebuah entitas ekonomi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat akar rumput, baru-baru ini menerima instruksi strategis yang berpotensi mengubah lanskap industri genteng nasional dan memperkuat fondasi ekonomi pedesaan secara signifikan.


Instruksi tersebut, yang disampaikan langsung dari lingkaran dekat Istana Kepresidenan dan tim transisi Presiden terpilih Prabowo Subianto, meminta Kopdes Merah Putih untuk berperan aktif sebagai produsen utama genteng dalam skala besar. Produk genteng ini akan didistribusikan untuk menjalankan program unggulan nasional, yakni Gentengisasi, yang bertujuan mengganti atap rumah warga miskin yang tidak layak huni, terutama di wilayah rawan bencana atau tertinggal. Ketua Umum Badan Perwakilan Pusat Kopdes Merah Putih, Herman Hermawan, membenarkan instruksi tersebut, menekankan bahwa peran koperasi desa sangat sentral karena bahan baku pembuatan genteng tersedia melimpah di wilayah pedesaan.


“Kami telah menerima instruksi dan ini adalah peluang emas bagi Kopdes Merah Putih untuk menunjukkan kapasitasnya dalam mendukung program nasional. Intinya, kami diminta memproduksi genteng karena kami memiliki bahan baku di desa. Kami siap menjalankan instruksi ini,” ujar Herman Hermawan. Ia menambahkan bahwa penugasan ini merupakan upaya konkret untuk mengintegrasikan potensi sumber daya alam desa dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur sosial skala nasional. Penugasan ini memastikan bahwa nilai tambah dari produk bumi, seperti tanah liat, tidak hanya berhenti di sektor hulu, melainkan dapat diolah dan diserap langsung oleh program pemerintah.


Program Gentengisasi sendiri merupakan bagian dari janji fundamental Prabowo-Gibran selama masa kampanye, dengan target ambisius mengganti atap rumah tak layak huni sebanyak satu juta unit per tahun. Skala kebutuhan yang masif ini menempatkan Kopdes Merah Putih—yang memiliki jaringan luas, seperti di Tuban (Jawa Timur) dan Cilacap (Jawa Tengah) yang dikenal sebagai sentra produksi genteng—sebagai mitra strategis yang tak terhindarkan. Hal ini disambut positif oleh unit-unit produksi di daerah. Ketua Koperasi Produsen Genteng Merah Putih Tuban, yang merupakan salah satu koperasi yang disiapkan, menyatakan bahwa potensi mereka telah teruji dan siap ditingkatkan.


“Sebagai produsen genteng lokal yang selama ini memasok pasar regional, kami menyambut baik penugasan ini. Ini bukan hanya masalah pesanan, tetapi juga validasi bahwa produk desa mampu bersaing di tingkat nasional. Kami siap bekerja keras untuk memastikan kualitas genteng yang diproduksi memenuhi standar yang disyaratkan oleh program Gentengisasi,” kata Ketua Koperasi Produsen Genteng Merah Putih Tuban tersebut. Keterlibatan ini secara langsung akan meningkatkan pendapatan anggota koperasi, membuka lapangan kerja baru di tingkat desa, dan secara kelembagaan memperkuat model koperasi sebagai agregator produksi dan hilirisasi.


Secara makroekonomi, penugasan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat peran koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi nasional. Jika program ini berjalan lancar, Kopdes Merah Putih akan menjadi model sukses bagaimana koperasi mampu mengelola rantai pasok dari bahan baku hingga produk jadi yang diserap oleh pasar pemerintah. Ini mengurangi ketergantungan pada rantai pasok industri besar dan memastikan perputaran uang tetap berada di tingkat lokal. Keberhasilan implementasi program ini akan bergantung pada kemampuan Kopdes dalam menjaga standardisasi kualitas, efisiensi logistik distribusi, dan kemampuan untuk meningkatkan kapasitas produksi tanpa mengorbankan kualitas di tengah lonjakan permintaan yang sangat besar.

Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan