STR Alumni Dikeluhkan, Direktur Akbid Mega Buana Sinjai : Masih Terkendala Sinkronisasi Data PD Dikti
Januari 31, 2026
SINJAI, Foxnesia.com - Sejumlah Alumni Akademi Kebidanan (Akbid) Mega Buana Sinjai Angkatan 2018 mengeluhkan belum optimalnya pemanfaatan Surat Tanda Registrasi (STR) dalam proses melamar pekerjaan.
Pasalnya, STR merupakan salah satu dokumen wajib bagi lulusan kebidanan untuk dapat bekerja secara resmi di fasilitas pelayanan kesehatan.
Salah seorang alumni Angkatan 2018 Akbid Mega Buana Sinjai yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa meskipun telah menyelesaikan pendidikan, kendala administrasi terkait STR masih berdampak pada peluang kerjanya.
“STR adalah syarat utama untuk bekerja sebagai bidan. Tanpa STR yang terbaca dalam sistem, kami kesulitan melengkapi berkas lamaran kerja,” ucapnya kepada media Foxnesia.com, Sabtu (31/01/26).
Menanggapi hal tersebut, Sri Wahyuni selaku Direktur Akbid Mega Buana Sinjai memberikan klarifikasi bahwa nomor STR alumni angkatan 2018 sejatinya sudah ada, begitu pula dengan ijazah yang telah diterbitkan. Namun, saat ini masih terdapat kendala pada proses sinkronisasi data dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti).
Ia juga menjelaskan bahwa angkatan 2018 merupakan masa peralihan institusi dari Akbid Madani ke Akbid Mega Buana, sehingga berdampak pada proses administrasi dan integrasi data di PD Dikti.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menerbitkan STR angkatan 2018. Hanya saja, kami masih menunggu sinkronisasi data dari PD Dikti agar nomor STR tersebut dapat terbaca dalam sistem,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut, pihak kampus menegaskan bahwa mereka terus melakukan tindak lanjut dan koordinasi secara intensif dengan pihak terkait.
“Kami selalu melakukan follow up dan berharap proses sinkronisasi data ini dapat segera selesai, sehingga STR alumni angkatan 2018 bisa segera diterbitkan dan dimanfaatkan,” terangnya.
Pihak kampus juga berharap adanya pemahaman dari para alumni atas proses administrasi yang sedang berjalan, sembari memastikan komitmen institusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut secepat mungkin demi kepentingan lulusan.
Laporan : Wiwi
Editor : Haeril