FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Rumah Warga di Kelurahan Pau Ludes Terbakar, Dugaan Korsleting Listrik Picu Kerugian Besar dan Sorotan Publik


MANGGARAI, Foxnesi.com - Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah milik Marselus Mahu, warga Kelurahan Pau, RT 20 RW 06, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, pada Selasa sekitar pukul 10.00 WITA.

Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh korsleting kabel listrik di bagian atas atap rumah, yang kemudian berkembang menjadi kobaran api besar dan meluluhlantakkan seluruh bangunan.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, percikan api pertama kali terlihat dari instalasi kabel listrik di atap rumah. Api dengan cepat menjalar karena struktur bangunan rumah yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar. 

Dalam situasi panik, warga sekitar berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya, namun besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Sejumlah saksi mata menyebutkan, api telah membesar dalam hitungan menit sebelum laporan resmi disampaikan kepada aparat. 

Setelah laporan diterima, Polres Manggarai segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian serta melakukan koordinasi lintas instansi dengan petugas pemadam kebakaran. Mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Namun demikian, saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, rumah korban telah dalam kondisi hangus terbakar. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah dilakukan proses pendinginan guna mencegah munculnya titik api baru. Tidak ada bangunan maupun harta benda yang berhasil diselamatkan dari kebakaran tersebut.

Meski peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, dampak yang ditimbulkan sangat besar bagi keluarga korban. Saat kejadian berlangsung, pemilik rumah dan seluruh penghuni tidak berada di dalam rumah. 

Diketahui, rumah tersebut dihuni oleh empat orang, yakni dua orang dewasa dan dua anak, masing-masing bernama Rona dan Maya. Seluruh isi rumah, termasuk perabotan dan barang-barang kebutuhan keluarga, ikut terbakar.

Peristiwa kebakaran ini kemudian memicu reaksi dan keluhan dari pihak keluarga korban, khususnya terkait dugaan keterlambatan respons petugas pemadam kebakaran. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Manggarai selaku instansi yang membawahi pemadam kebakaran memberikan klarifikasi resmi.

Dalam wawancara dengan media Foxnesia.com, Kasat Pol PP menegaskan bahwa pihaknya bekerja berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

“Tugas kami adalah pencegahan dan penanganan pemadaman kebakaran. Jika ada masyarakat atau korban yang menilai petugas terlambat datang, maka harus jelas alat ukurnya. SOP kami dihitung sejak laporan atau telepon resmi masuk. Dalam kejadian ini, laporan yang diterima petugas memang sudah terlambat,” ujarnya, Kamis, (15/01/2025).

Kasat Pol PP juga menekankan bahwa keterlambatan penyampaian informasi dari masyarakat sangat berpengaruh terhadap efektivitas penanganan di lapangan. 

Menurutnya, pemadaman kebakaran membutuhkan respons cepat sejak awal untuk mencegah api membesar dan meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

Sementara itu, pihak Polres Manggarai masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Pemeriksaan difokuskan pada kondisi instalasi listrik rumah korban, termasuk dugaan adanya kabel yang tidak sesuai standar keselamatan.

Polisi juga telah menghimpun keterangan dari sejumlah saksi mata di sekitar lokasi kejadian.

Kebakaran ini kembali membuka diskursus publik mengenai kesiapsiagaan sistem penanggulangan kebakaran di wilayah perkotaan Manggarai, termasuk soal kecepatan respons, ketersediaan armada, serta efektivitas sistem pelaporan darurat. 

Di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi instalasi listrik rumah tangga, terutama kabel-kabel lama atau pemasangan yang tidak sesuai standar.

Pengamat kebencanaan lokal menilai, selain penguatan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, edukasi masyarakat tentang mitigasi kebakaran dan mekanisme pelaporan cepat juga menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dan dampak kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban masih menunggu langkah lanjutan dari pihak terkait, baik dalam hal pendataan kerugian maupun kemungkinan bantuan sosial pascakebakaran. 

Peristiwa ini sekaligus menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kebakaran secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Laporan : Nobertus Patut
Editor : Haeril
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan