Perjalanan 23 Tahun Mengabdi Guru Honorer Viral Pak Ribut Ungkap Gaji Jauh di Bawah Isu Gaji Petugas MBG
| Pak Ribut, Guru Honorer di Pagi-pagi Ambyar (Foto: Trans TV) |
JAKARTA, Foxnesia.com - Guru honorer yang dikenal luas melalui konten media sosialnya sebagai Pak Ribut, baru baru ini mengungkapkan perjalanan gajinya yang memprihatinkan selama 23 tahun mengabdi di dunia pendidikan. Muhammad Rofii atau yang lebih dikenal sebagai Pak Ribut, yang kini bertugas di SDN 3 Banyakan, Kediri, Jawa Timur, membeberkan bahwa honorarium yang ia terima pada awal kariernya sangat jauh dari kata layak.
Kisah Pak Ribut menjadi sorotan setelah ia viral karena konten konten edukatifnya yang unik dan humoris, sering kali ia mengenakan kostum tertentu seperti yang menyerupai Petugas MBG. Namun, popularitas tersebut berbanding terbalik dengan sejarah bayaran yang ia terima sebagai tenaga pendidik non Aparatur Sipil Negara (ASN).
Perjalanan honorarium Pak Ribut dimulai pada awal tahun 2000 an dengan nominal yang sangat minim. Ia menjelaskan bahwa honor pertama yang ia terima hanya puluhan ribu rupiah per bulan. Jumlah ini kemudian meningkat secara bertahap seiring berjalannya waktu dan setelah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari bupati setempat.
Dalam sebuah wawancara, Pak Ribut secara terbuka merincikan peningkatan gajinya. Ia membandingkan nominal yang diterima dengan isu gaji tinggi yang sempat disematkan pada karakter petugas MBG dalam kontennya, menekankan betapa mirisnya kondisi finansial guru honorer.
“Kalau awal dulu pas 2003 2004 itu honornya Rp25.000 per bulan. Rp25.000 per bulan bayangkan kalau sekarang ini ya miris banget,” ujar Pak Ribut, Guru Honorer Viral yang kini mengajar di SDN 3 Banyakan, Kediri.
Ia melanjutkan bahwa proses kenaikan honor tersebut memakan waktu puluhan tahun sebelum akhirnya ia menerima nominal yang lebih substansial setelah mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Peningkatan gaji tersebut tidak terjadi instan, melainkan melalui beberapa tahapan yang membutuhkan kesabaran dan dedikasi tinggi. Ia berharap pengakuannya dapat memberikan gambaran nyata mengenai perjuangan guru honorer di Indonesia.
“Gaji saya mulai dari Rp25 ribu, Rp50 ribu, Rp200 ribu, Rp700 ribu. Dan sekarang alhamdulillah sudah dapat gaji pokok TPG Rp2.174.000,” tutup Muhammad Rofii, Guru Honorer dari SDN 3 Banyakan, Kediri, membeberkan nominal honorarium tertinggi yang kini ia terima setelah puluhan tahun mengabdi.