Merangkai Usaha dari Kebiasaan, Keyakinan dan Kemandirian
Januari 04, 2026
MAKASSAR, Foxnesia.com - Nur Azizah Abdullah, yang lebih dikenal dengan nama Cyca Abdullah, pada bulan ini genap berusia 23 tahun. Ia lahir di Majene dan tumbuh besar di Mamuju.
Sejak masa sekolah, Cyca telah terbiasa menabung. Setiap kali mengikuti perlombaan, ia tidak pernah lupa menyisihkan sebagian uang hadiah yang diperolehnya.
Pada saat itu, kebutuhan hidupnya telah tercukupi oleh orang tua, namun kebiasaan menabung tersebut justru membentuk sikap disiplin dan rasa tanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan sejak usia dini.
Dari kebiasaan kecil inilah Cyca mulai berkembang dan memperoleh berbagai pengalaman baru. Selain itu, ia juga aktif mengikuti program afiliasi karena kegemarannya melakukan ulasan produk perawatan kulit.
Meskipun tidak mendapatkan kerja sama endorsement, Cyca tetap memperoleh penghasilan dari sistem afiliasi, karena setiap produk perawatan kulit yang ia ulas ditautkan langsung melalui tautan pembelian. Dari sanalah Cyca mendapatkan tambahan penghasilan secara mandiri.
Menurut Cyca, lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk pola pikir dan sikap hidupnya. Sebelum menikah, orang tua dan saudara-saudaranya memiliki usaha sampingan di luar pekerjaan utama sebagai aparatur sipil negara.
Kebiasaan melihat orang tua dan keluarga berjualan sejak kecil menjadi sumber inspirasi yang kuat baginya. Dari lingkungan tersebut, Cyca terbiasa menyaksikan aktivitas berwirausaha sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan mengulas produk dan kegemaran berbelanja kemudian melahirkan sebuah gagasan baru. Cyca berpikir, jika ia gemar mengulas barang dan berbelanja, mengapa tidak menciptakan produk yang sesuai dengan keinginannya sendiri, menggunakan anggaran dari hasil tabungan yang selama ini ia kumpulkan.
Dengan dukungan penuh dari suaminya, Cyca akhirnya membangun sebuah merek bersama sang suami tanpa bantuan pihak lain.
Keberanian Cyca sudah terlihat sejak awal. Saat brand usaha launching pertama kali, usaha yang dijalankan berhasil mencapai titik balik modal. Di sisi lain, Cyca dan suaminya tetap memiliki penghasilan pribadi masing-masing, sehingga kestabilan ekonomi keluarga tetap terjaga.
Dalam setiap langkah kehidupannya, Cyca memiliki landasan utama untuk selalu melibatkan Allah, suami, anak, orang tua, serta keluarga besar yang senantiasa memberikan dukungan.
Hal tersebut menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan. Cyca memiliki kesadaran bahwa perjalanan hidup setiap orang tidak pernah lepas dari masalah.
Ketika berada di posisi terendah, Cyca kerap meluangkan waktu pergi ke kafe untuk menikmati secangkir kopi agar merasa lebih rileks.
Ia meyakini bahwa setiap masalah pasti memiliki penyebab, sehingga ia tidak berhenti berpikir hingga menemukan akar persoalan. Cara sederhana tersebut menjadi sarana menenangkan diri sekaligus mencari solusi.
Ketika menghadapi kesulitan bersama suaminya, Cyca tetap memegang prinsip hidup yang senantiasa dijaga. Walaupun berada pada posisi terendah, mereka tidak pernah berhenti berusaha mencari penghasilan.
Cyca berpegang pada keyakinan bahwa hanya Allah dan tabungan yang dapat menolongnya di saat-saat sulit. Prinsip inilah yang menumbuhkan kemandirian serta keteguhan sikap dalam menjalani kehidupan.
Pada akhirnya, setiap permasalahan harus dihadapi dengan sikap tenang dan tidak berlarut-larut. Keinginan untuk terus bangkit menjadi alasan utama Cyca tidak menyerah, karena ia meyakini bahwa di dunia hingga akhirat nanti, setiap individu pada dasarnya akan menghadapi persoalannya sendiri.
Oleh sebab itu, apa pun yang dihadapi harus diupayakan dengan kerja maksimal untuk diri sendiri, tanpa menunggu bantuan atau belas kasihan dari orang lain.
“Hidup sesuai porsinya, jangan bekerja tanpa tujuan, jangan berbisnis di atas pinjaman, tetaplah tenang saat menghadapi masalah, dan jangan menjadi tukang tidur.”