FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Indonesia Tegaskan Komitmen Kemerdekaan Palestina Setelah Resmi Bergabung Dewan Perdamaian Global

Prabowo Bersama Trump dan Viktor Orban di fi forum Board and Peace


SWISS, FOXNESIA -  Jakarta Indonesia telah secara resmi mengumumkan bergabungnya negara kepulauan ini dalam Dewan Perdamaian Palestina, sebuah forum global yang berupaya mencari solusi permanen terhadap konflik
Timur Tengah. Langkah strategis ini disambut baik oleh legislatif Indonesia, dengan penegasan bahwa tujuan utama dan tidak dapat ditawar negara adalah tercapainya kemerdekaan penuh bagi bangsa Palestina.


Keikutsertaan Indonesia dalam dewan ini didorong oleh komitmen historis yang kuat terhadap prinsip kemanusiaan dan keadilan internasional. Pemerintah menekankan bahwa forum tersebut akan digunakan sebagai platform untuk menekan negara negara anggota agar mengakui hak Palestina untuk berdaulat penuh.


"Komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina bukan hanya sebatas retorika, melainkan pondasi utama kebijakan luar negeri kami. Keanggotaan di Dewan Perdamaian ini adalah platform strategis untuk memastikan bahwa hak hak fundamental rakyat Palestina untuk memiliki negara berdaulat dapat tercapai secepatnya," ujar Dr. Muhammad Sugiono, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, dalam keterangan pers di Jakarta.


Sugiono menambahkan bahwa kehadiran Indonesia diharapkan mampu membawa perspektif yang lebih seimbang dan berpihak pada resolusi PBB mengenai solusi dua negara. Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memberikan dukungan penuh terhadap langkah ini, namun sekaligus mengingatkan pemerintah untuk tidak melupakan tujuan fundamental diplomasi tersebut.


"Kami di parlemen menyambut baik langkah strategis ini. Namun, perlu ditekankan bahwa tujuan akhir Indonesia dalam forum ini harus tunggal dan tidak dapat dinegosiasikan: Palestina harus merdeka, berdaulat, dan diakui secara internasional. Kami akan terus mengawasi upaya diplomatik ini," tegas Meilani Kusuma, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, mengomentari keputusan pemerintah. 


Penegasan dari kedua lembaga tinggi negara ini memperkuat posisi Indonesia di mata global sebagai salah satu pendukung paling vokal kemerdekaan Palestina, memastikan bahwa upaya perdamaian yang dilakukan di forum internasional harus berujung pada pengakuan kedaulatan penuh, bukan sekadar gencatan senjata sementara. (ock/fxn)

Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan