Geger, Ritual Mandi Celup Rezeki Cianjur Dikaitkan Janji Kekayaan dan Jodoh
Proses Mandi Celup yang tengah viral di Cianjur (Foto"Detik)
CIANJUR, FOXNESIA - Sebuah ritual yang dikenal publik sebagai “Mandi Celup Rezeki” atau “Celup Rezeki” di Cianjur menjadi sorotan tajam warganet setelah janji janji kontroversialnya viral di media sosial. Ritual yang dilakukan di sebuah padepokan ini diklaim oleh sebagian pengunjung bisa mendatangkan kekayaan instan dan mempertemukan jodoh, memicu kedatangan banyak peziarah dari berbagai daerah.
Viralnya praktik ini memicu perdebatan sengit di kalangan warganet, di mana banyak yang menuding ritual tersebut sebagai tindakan syirik atau praktik menyimpang dari ajaran agama karena mengaitkan kesuksesan finansial dan asmara dengan ritual duniawi. Namun, pihak Padepokan Syech Quro tempat ritual itu berlangsung membantah keras tuduhan yang menyebut mereka melakukan praktik sesat atau menyimpang dari syariat Islam.
Menurut keterangan resmi dari pimpinan padepokan, ritual tersebut sejatinya bukan ditujukan untuk pesugihan atau janji kekayaan, melainkan merupakan proses spiritual yang disebut “Mandi Tobat.” Pimpinan padepokan menegaskan bahwa semua kegiatan mereka berlandaskan pada ajaran agama Islam.
“Jadi di Padepokan Syech Quro tidak ada ritual yang sesat atau menyimpang dari agama yang diyakini. Semuanya berlandaskan agama Islam, ini hanya mandi tobat,” ujar Nyi Roro Kidul, Pimpinan Padepokan Syech Quro, menjelaskan substansi praktik yang mereka jalankan.
Nyi Roro Kidul mengakui bahwa popularitas dan kontroversi yang melingkupi padepokan mereka muncul karena persepsi publik yang salah kaprah terhadap ritual tersebut. Ia menjelaskan bahwa klaim mendapatkan rezeki dan jodoh adalah hal yang berkembang di tengah masyarakat dan membuat padepokan itu menarik perhatian nasional.
“Ya ini kan awalnya viral karena banyak yang nyebut Mandi Celup Rezeki dan bisa dapat jodoh, makanya banyak yang datang dari luar kota juga,” jelas Nyi Roro Kidul, Pimpinan Padepokan Syech Quro, saat menanggapi bagaimana ritual tersebut kemudian dikenal luas dengan nama yang sensasional tersebut. Ia menambahkan bahwa terlepas dari nama yang viral, tujuan utama padepokan adalah membimbing jamaah dalam rangka pertobatan.