FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

MABIM PMKRI Gowa : Ruang Pembentukan Kader yang Kritis dan Berintegritas


GOWA, Foxnesia.com - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Gowa Sanctus Robertus Bellarminus kembali menunjukkan konsistensinya dalam mencetak kader berkualitas melalui pelaksanaan Masa Bimbingan (MABIM) yang berlangsung selama dua hari, 14–15 November 2025 di Aula Universitas Patompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

Kegiatan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam proses kaderisasi resmi yang wajib dilalui oleh setiap calon anggota sebelum secara penuh menjadi bagian dari PMKRI, Senin (17/11/2025).

Kaderisasi sebagai Jantung Organisasi
PMKRI, yang telah berdiri sejak 1947, dikenal sebagai organisasi kemahasiswaan Katolik yang berfokus pada pembentukan pribadi muda berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, gerejawi, dan kebangsaan. 

Dalam konteks itu, MABIM menjadi pintu awal pembinaan yang memadukan nilai spiritualitas, intelektualitas, dan humanitas sebagai fondasi dasar setiap kader.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Gowa, Kalvin Kalvares, menegaskan bahwa PMKRI tidak hanya mempersiapkan kader untuk sekadar aktif berorganisasi, tetapi membentuk pribadi yang siap berperan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

“PMKRI adalah organisasi perjuangan dan pembinaan kader. Sistem pembinaan berjenjang yang kami miliki menegaskan bahwa setiap kader harus melalui tahapan yang sistematis, salah satunya MABIM. Melalui proses ini, para kader diharapkan semakin cakap dalam memahami nilai-nilai yang menjadi identitas organisasi,” ujar Kalvin.

Materi Pembinaan dan Proses Pendalaman Nilai Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang meliputi sejarah PMKRI, nilai dasar organisasi, spiritualitas, dinamika kelompok, manajemen organisasi, hingga pengenalan tugas dan tanggung jawab kader di tingkat cabang. 

Materi disampaikan oleh pengurus cabang, demisioner, serta beberapa senior PMKRI Gowa yang telah berpengalaman dalam gerakan kemahasiswaan.

Selain pemaparan materi, proses kaderisasi juga dilakukan melalui diskusi, refleksi nilai, dan latihan kepemimpinan dasar. 

Tujuannya adalah menciptakan suasana pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga membentuk sikap, karakter, dan kemampuan berpikir kritis para peserta.

Pengukuhan 16 Kader Baru Dalam kegiatan ini, sebanyak 16 anggota baru resmi dikukuhkan setelah dinilai memenuhi standar dasar yang ditetapkan panitia dan pengurus cabang. 

Pengukuhan tersebut menandai kesiapan mereka melanjutkan perjalanan kaderisasi pada tahap berikutnya, sekaligus komitmen untuk terlibat secara aktif dalam dinamika internal PMKRI Cabang Gowa.

Kalvin menyampaikan harapan agar para anggota baru benar-benar memberi diri secara total dalam proses pembinaan.

“Kami berharap para anggota baru dapat menjalani proses ini dengan totalitas dan kesadaran penuh. PMKRI membutuhkan kader yang tidak hanya datang ketika ada kegiatan, tetapi hadir dengan semangat pengabdian dan kesediaan belajar tanpa batas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kalvin menegaskan bahwa keberadaan PMKRI bukan hanya untuk mengembangkan potensi individu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kader gereja dan bangsa yang mampu memberi warna dalam kehidupan sosial.

“PMKRI adalah tempat pengembangan diri bagi kader gereja dan bangsa. Orientasinya untuk melahirkan pribadi yang memiliki sikap kritis, peduli, dan siap menciptakan perubahan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kepekaan kader terhadap isu publik, ketidakadilan sosial, serta persoalan yang dihadapi masyarakat kecil. 

Menurutnya, kader PMKRI harus menjadi corong penyuarakan kebenaran dan nilai-nilai kemanusiaan, terlepas dari tantangan yang dihadapi.

Apresiasi kepada Panitia, Demisioner, dan Pendukung Di penghujung kegiatan, Kalvin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut berperan dalam menyukseskan MABIM, mulai dari panitia pelaksana, anggota biasa, senior, hingga demisioner.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Dedikasi panitia, kehadiran para senior, dan dukungan demisioner sangat berarti bagi kelancaran proses kaderisasi tahun ini,” tutupnya.

MABIM sebagai Pondasi Gerakan Ke Depan Pelaksanaan MABIM kali ini menegaskan kembali komitmen PMKRI Cabang Gowa untuk terus menghadirkan kader muda Katolik yang matang secara intelektual, tangguh secara mental, dan peduli terhadap persoalan kemasyarakatan. 

Kegiatan ini juga menjadi fondasi penting bagi perjalanan organisasi ke depan, terutama dalam memastikan keberlanjutan gerakan di tingkatan lokal maupun nasional.

Dengan berakhirnya MABIM, para anggota baru diharapkan mampu menunjukkan karakter kader PMKRI yang sesungguhnya berani, militan, kritis, rendah hati, dan siap mengabdi bagi Gereja serta Tanah Air.


Haeril
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan