FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Diikuti Ratusan Peserta, Jurusan Bahasa Inggris UNM Adakan Webinar Internasional


MAKASSAR, Foxnesia.com - Menghasilkan tulisan akademik yang bermutu selalu menjadi tantangan besar bagi akademisi. Hal ini mendorong Jurusan Bahasa Inggris (JBI), Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Universitas Negeri Makassar untuk mengadakan webinar internasional terkait dengan tantangan tersebut, Kamis (27/11/2025). 

Topik pembahasan webinar berfokus pada strategi bagaimana cara menghasilkan artikel berkualitas dan bagaimana proses review pada jurnal terindeks Scopus. 

Dalam sambutannya sebelum webinar dimulai, Dekan FBS dan Ketua JBI mengatakan webinar diadakan sebagai bentuk dukungan therhadap dunia akademik untuk dapat menerbitkan publikasi berkualitas yang dapat menembus jurnal-jurnal dunia. 

Webinar internasional ini menghadirkan 5 pembicara dari dalam dan luar negeri. Mereka adalah akademisi yang telah menerbitkan banyak artikel di jurnal-jurnal bereputasi terutama di level Q4 sampai Q1 dan juga editor di jurnal terindeks Scopus. 

Narasumber ⁠⁠Dr. Ali Sorayyaei Azar dari University of Malaya, Malaysia, menekankan pentingnya untuk mengenali tipe-tipe publikasi dan media yang tepat untuk menerbitkannya. 

Dr. Azar juga menekankan pentingnya mengikuti pedoman jurnal dan memberikan judul yang dapat menarik reviewer dan pembaca. 

Pembicara kedua adalah Wawan Gunawan Ph.D yang juga merupakan editor dan reviewer dari IJAL, Indonesian Journal of Applied Linguistics. 

Wawan menjelaskan dan membagikan pengalamannya sebagai editor poin-poin yang perlu diperhatikan dalam menulis manuskrip. 

"Salah satu hal yang dapat memberikan poin penting dalam menulis adalah ditulis secara kolaboratif dari instansi berbeda dan terutama jika berasal dari negara berbeda yang dapat berdampak baik pada jurnal tersebut," ungkapnya.

Bagian-bagian vital yang diperhatikan adalah pertama, metode. Dalam bagian ini yang akan menentukan validitas artikel termasuk desain penelitian, sampel, perlakuan, instrumen dan analisis dan kontrol bias). 

Metode sebaiknya ditulis dalam 800-1000 kata. Kedua, adalah temuan yang mencakup apakah temuan tersebut dapa ditulis dengan terstruktur, analisis statistic yang sesuai). Hal penting lainnya adalah diskusi, pendahuluan, dan format penulisan table. 

Pembicara ketiga adalah Prof. (Adj.) Dr. Supaprawat Siripipatthanakul dari Manipal GlobalNxt University, Malaysia and Bangkokthonbury University, Thailand. 

Dalam presentasinya, ia membahas peran AI dalam menulis manuskrip. AI seyogyanya hanyalah berfungsi sebagai asisten bukan untuk menggantikan peran peneliti. 

⁠Narasumber Prof. Dr. Yunisrina Qismullah Yusuf, dari Universitas Syiah Kuala, Aceh, Indonesia yang juga menegaskan pentingnya mengikuti pedoman penulisan. 

Prof Yunisrina yang juga merupakan Chief-in-Editor di Jurnal Q1 SiELE menegaskan beberapa artikel ditolak karena tidak mengikuti pedoman penulisan artikel. 

Selain itu, tulisan seringkali tidak ditulis secara sistematis, judul terlalu panjang, abstrak terlalu panjang atau pendek. 

"Abstrak yang baik mencakup tujuan, metode, hasil, dan Kesimpulan. Selain itu, artikel yang ditolak seringkali tidak cukup latar belakang, dan pertanyaan penelitian yang tidak begitu jelas, dan tidak menjelaskan secara jelas kebaruan atau gap dalam penelitiannya," jelasnya.

Webinar tersebut ditutup dengan sesi foto dan dihadiri oleh lebih dari 210 peserta baik dari Indonesia maupun luar negeri. 

Haeril
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan