FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Tim HiFive PKM-PM UNHAS Sukses Menggalakkan Program Peningkatan Kesejahteraan Bagi Mantan Pekerja Seks


MAKASSAR, Foxnesia.com - Tim HiFive dari Program Kreativitas Mahasiswa skema Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil menggalakkan program peningkatan kesejahteraan kepada para Mantan Pekerja Seks Perempuan (MPSP) sebagai mitra, Selasa (30/9/25).

Program Pengabdian Tim HiFive diketuai oleh Liliana Mu’allim dari Fakultas Kedokteran dengan anggota tim Muh. Fauzan Idha Prodi Kesehatan Masyarakat, Muhammad Zoel Ramadhan Prodi Sistem Informasi, Nur Alya Firdha Prodi Ilmu Hukum, dan Syafira Ramadhani Prodi Ekonomi Pembangunan serta dosen Pendamping yaitu Umniyah Saleh, S.Psi., M.Psi., Psikolog. 

Tim ini mengusung Program Peningkatan Kesejahteraan Psikologis dan juga Ekonomi para MPSP dengan judul program “High Five Victory: Perwujudan Emansipasi pada Mantan Pekerja Seks Perempuan sebagai Transformasi Diri Menuju Ingenuity dan Holistic Wellbeing”.

Acara refleksi jejak didukung dan dihadiri langsung oleh Perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Selatan (DP3A), Dyah Ramadhani, S.Psi. Organsiasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI), Dosen pendamping, Umniyah Saleh, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dan 10 (sepuluh) orang mitra.

Ketua Tim HiFive, Liliana Mu’allim mengatakan Program ini diharapkan dapat menjadi ruang pulih bagi MPSP sebagai mitra kami dan menyebarkan kesadaran positif bagi masyarakat di luar sana.

“Teman-teman MPSP seringkali dianggap sebelah mata bahkan mendapatkan banyak diskriminasi dari masyarakat. Oleh karena itu, melalui program ini dapat memberikan awareness kepada masyarakat bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensinya, mereka berhak untuk terus bertumbuh dan bangkit dari berbagai kesulitan yang dialami,"  Jelasnya .

Kegiatan ini juga turut mendapatkan respon positif dan dukungan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Selatan, yang diwakili oleh Dyah Ramadhani, S.Psi. selaku Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Kami dari DP3A sangat mendukung kegiatan sosial yang melibatkan seluruh perempuan untuk diberdayakan seperti program HiFive ini, semoga program ini terus berlanjut dan menjadi pelopor untuk menghadirkan program-program pemberdayaan perempuan selanjutnya,” Ucap Dyah Ramadhani, S.Psi.

Dyah Ramadhani juga menyuarakan harapannya agar MPSP mendapat akses permanen pada layanan kesehatan dan konseling dan berharap setiap MPSP keluar dari program dengan akses permanen ke layanan kesehatan, termasuk kesehatan mental dan dukungan konseling yang mengurangi trauma, stigma, dan risiko kekerasan berulang.

Dosen pendamping, yaitu Umniyah Saleh, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyebutkan keberanian tim HiFive mengangkat isu yang sensitif seperti MPSP layak diapresiasi. Ia juga memandang Program HiFive tidak hanya berdampak bagi mitra, tetapi juga memberikan pembelajaran berharga bagi mahasiswa.

“Tentu, program ini sangat bermanfaat juga bagi mahasiswa, dimana mereka belajar bagaimana merancang program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mitra. Proses ini membutuhkan waktu yang tidak singkat, hingga akhirnya lahirlah lima aspek yang menjadi fokus utama, yaitu psychological capital, emotional well-being, psychological well-being, spiritual well-being, dan financial well-being. Dengan proses perancangan itu, secara tidak langsung mahasiswa mampu menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam dirinya,” jelas Umniyah Saleh.

Salah satu mitra dengan inisial P dalam agenda poadcast menyampaikan testimoni pelaksanaan program HiFive yang memberinya banyak perubahan dan manfaat

“Semua agenda program HiFive sangat saya suka dan bermanfaat, salah satunya memberikan saya pelajaran dalam mengelola emosi dalam situasi yang sulit dan tidak terkendali.” Tuturnya.

Mitra juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas program ini karena ia dapat merasakan lingkungan menerimanya dan menghadirkan ruang positif bagi mereka. Selain itu, ia juga juga menyampaikan bahwa potensi dalam membuat karya ternyata mampu ia geluti dan menghasilkan karya yang bernilai ekonomis, sehingga dapat menjadi aktifitas baru dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Diketahui Pelaksanaan Program HiFive telah berlangsung dari Bulan Juli hingga September sebanyak 22 pertemuan yang akan dilanjutkan pada bulan Oktober untuk pelaksanaan keberlanjutan program. 

Kegiatan pengabdian dilakukan dengan menyasar 5 (lima) aspek psikologi positif mitra yaitu Psychological Wellbeing, Social Wellbeing, Emotional Wellbeing, Spiritual Wellbeing dan Finansial Wellbeing yang bertujuan memberdayakan MPSP di Kota Makassar melalui metode komprehensif untuk membantu mitra memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan mencapai kesejahteraan holistik. 

Par
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan