FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN-T Unhas Ubah Sampah Botol Plastik Jadi Wadah Tanam Sayur


  JENEPONTO, Foxnesia.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 113 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan inovasi pembuatan wadah tanam sayur dari sampah botol plastik untuk mengurangi limbah di Desa Arungkeke Pallantikang, Senin (03/02/25).

Program ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah plastik di wilayah Desa Arungkeke Pallantikang dengan mengubah limbah menjadi produk kerajinan tangan yang bermanfaat dan ramah lingkungan. 

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah dan memanfaatkannya menjadi barang yang memiliki nilai guna.  

Kegiatan yang dilaksanakan di SD Negeri 2 Arungkeke ini menargetkan siswa kelas 4, 5, dan 6. 

Program ini menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan melalui inovasi sederhana yang memiliki banyak manfaat serta dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Humas posko, Anggung Citra Saswita mengungkapkan latar belakang program ini karena kurangnya tempat sampah serta tidak ada TPA.

“Kami melihat banyak sampah plastik yang terpencar dan kurangnya tempat sampah serta tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” ungkapnya.

Proses pembuatan wadah tanam sayur dilakukan melalui beberapa tahapan. Dimulai dengan mengumpulkan botol plastik bekas di area pantai dan sekitar desa setempat. 

Kemudian, botol dicuci bersih dengan air mengalir lalu dikeringkan, setelah itu dipotong sesuai pola lalu dirangkai seunik mungkin sesuai kreativitas. Selanjutnya, botol dihias dengan cat berwarna cerah agar menarik.  

Selama kegiatan, Anggung Citra Saswita mempraktikkan cara membuat wadah tanam sayur dari botol plastik bekas dan membagikan tips tentang cara merawat tanaman dengan baik dan benar. 

Siswa dan orang tua yang hadir juga diberikan kesempatan untuk mencoba membuat wadah tanam sendiri sebagai bentuk edukasi langsung.  

“Kami berharap siswa atau sekolah bisa mengembangkan kembali produk tersebut untuk diperjualbelikan atau menjadi bahan dalam proses pembelajaran yang berkelanjutan,” tambahnya.

Mendapat respon positif dan antusias yang besar, kegiatan ini dihadiri oleh siswa, orang tua siswa, serta para guru dan staf sekolah.

Haeril
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan