Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal, KKN Angkatan 79 UINAM Gelar Sosialisasi di Desa Lolisang
September 21, 2026
BULUKUMBA, Foxnesia.com - Dalam rangka mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Posko 15 menggelar kegiatan Sosialisasi Pertumbuhan Ekonomi Desa di Desa Lolisang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.
Kegiatan yang mengusung tema Membangun Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat tersebut berlangsung di Desa Lolisang dan dihadiri oleh Kepala Desa Lolisang beserta jajaran aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta Desa masyarakat Lolisang, Senin (21/9/26).
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Lolisang. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan penghargaan kepada mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar Posko 15 yang telah menginisiasi kegiatan sosialisasi tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai potensi yang dimiliki desa serta bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi sumber kekuatan ekonomi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar Posko 15. Sosialisasi ini tentunya memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam melihat dan mengembangkan berbagai potensi yang ada di Desa Lolisang agar dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat,” ujar Kepala Desa Lolisang.
Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menggali dan mengembangkan potensi Desa Lolisang.
Sementara itu, mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar Posko 15 menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi desa tidak hanya bergantung pada sektor perdagangan, tetapi juga dapat dibangun melalui pengelolaan sumber daya alam, budaya, pariwisata, serta potensi masyarakat yang dimiliki oleh desa.
Dalam pemaparannya, mahasiswa mengidentifikasi sejumlah potensi ekonomi yang dimiliki Desa Lolisang, di antaranya Rumah adat, Kawasan pantai, serta Sektor Perkebunan seperti Kelapa dan Kakao.
Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah rumah adat yang memiliki nilai budaya dan sejarah. Keberadaan rumah adat tersebut dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata budaya sekaligus menjadi identitas Desa Lolisang. Dengan pengelolaan dan promosi yang baik, potensi tersebut dapat menarik minat masyarakat maupun wisatawan untuk berkunjung.
Selain potensi budaya, pantai yang berada di Desa Lolisang juga menjadi salah satu sumber daya yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata. Keindahan alam pesisir dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat, seperti kuliner, penjualan produk lokal, jasa, serta berbagai usaha kreatif lainnya.
Pengembangan sektor pariwisata juga dapat memberikan dampak terhadap sektor ekonomi lainnya. Masyarakat dapat memanfaatkan kehadiran wisatawan dengan memperkenalkan berbagai produk unggulan desa sehingga sektor pariwisata dan usaha masyarakat dapat berkembang secara bersamaan.
Tidak hanya dari sektor pariwisata dan budaya, sektor perkebunan juga menjadi salah satu sumber ekonomi penting bagi masyarakat Desa Lolisang. Tanaman kelapa yang dapat diolah menjadi kopra merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi. Begitu pula dengan Tanaman kakao atau cokelat yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan dengan nilai jual yang lebih tinggi.
Mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar Posko 15 menjelaskan bahwa pengembangan komoditas lokal tidak harus berhenti pada penjualan bahan mentah. Masyarakat dapat melakukan inovasi dan pengolahan lebih lanjut sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah.
“Desa Lolisang memiliki berbagai potensi ekonomi yang cukup besar. Ada rumah adat yang dapat dikembangkan sebagai wisata budaya, pantai sebagai potensi wisata alam, serta hasil perkebunan seperti kelapa dan kakao. Potensi-potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi apabila dikelola dengan baik dan melibatkan masyarakat secara langsung,” ungkap salah satu mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar Posko 15.
Menurut mahasiswa KKN, pengembangan potensi desa membutuhkan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, dan generasi muda. Kolaborasi tersebut diperlukan agar berbagai potensi yang dimiliki Desa Lolisang tidak hanya menjadi sumber daya yang tersedia, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemberdayaan masyarakat, inovasi, pengolahan produk, serta pemasaran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
Pengembangan pariwisata, misalnya, dapat berjalan beriringan dengan pengembangan produk lokal. Wisatawan yang berkunjung ke pantai maupun rumah adat dapat sekaligus diperkenalkan dengan produk unggulan masyarakat seperti kopra dan olahan kakao. Dengan demikian, berbagai sektor ekonomi desa dapat saling terhubung dan menciptakan peluang ekonomi baru.
Wiwi