FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Refleksi 17 Agustus: Akar Terbelenggunya Kemerdekaan Perempuan


OPINI, Foxnesia.com - Kemerdekaan saat ini sudah mencapai 81 tahun, tetapi kebebasan sejati bagi perempuan belum sepenuhnya tercapai. Walaupun saat ini kita sudah lihat bahwa pendidikan dan ruang publik sudah terbuka. Tetapi, perempuan masih saja terbelenggu pada sistem patriarki yang sudah mendarah daging bagi masyarakat. 

Akar masalah kemerdekaan perempuan yang sesungguhnya ialah budaya patriarki, karena sudah tertanam bahwa posisi laki-laki sebagai penguasa utama, itulah yang membatasi perempuan kehilangan kebebasan penuh atas dirinya. 

Budaya patriarki di Indonesia jelas tercermin dari ketimpangan gender dalam bidang ekonomi, politik dan tingginya angka kekerasan. Baik dari segi kekerasan seksual maupun kekerasan dalam rumah tangga.

Berdasarkan data Komnas Perempuan tercatat ratusan ribu kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi tiap tahunya (Misalnya mencatat lebih dari 338.000) kasus pada data tahunan, dengan dominasi kasus di ranah rumah tangga (KDRT).

Perempuan belum sepenuhnya merdeka karena masih saja dipenuhi bayangan kekerasan, diskriminasi dan kebebasan dalam menentukan pilihan hidup.

Jalan menuju kemerdekaan sejati yaitu adanya ruang aman bagi perempuan, yaitu membangun sistem perlindungan dan penanganan kasus kekerasan yang berpihak pada korban di tingkat keluarga hingga negara.

Kemerdekaan perempuan bukan soal simbol kebangsaan semata. Akan tetapi, bagaimana perempuan diberi keleluasaan untuk memilih, sebagaimana keputusan politik menyentuh kehidupan mereka, bagaimana tubuh mereka tidak lagi dikontrol oleh norma ketakutan, dan bagaimana suara dan kinerja mereka berdampak pada perubahan besar.

Hari ini, kita merayakan peringatan kemerdekaan yang begitu kuat secara simbolik. Tetapi kemerdekaan perempuan juga perlu dirayakan dengan kritik, sementara hak-hak dasar masih terbatas.

perempuan belum sepenuhnya benar-benar merdeka. Kini, sudah saatnya perempuan melakukan pergerakan dalam segala hal agar lebih berdaya dan punya daya saing yang tinggi.

"Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-81 Tahun. Mari terus berkarya dan membawa perubahan positif dari peran kita sebagai perempuan"

Penulis: Faradina
(Ketua Umum HMI komisariat Teuku Umar Cabang Sinjai Periode 2021-2022)

*Tulisan Tanggung Jawab Penuh Penulis