FAMI Sulsel Gelar Diskusi Lintas Sektor di Makassar Mengundang Penemu Pembelajaran SAVAR Sekaligus Dosen UINAM
Agustus 16, 2026
MAKASSAR, Foxnesia.com — Forum Akademisi Muslim Indonesia (FAMI) Sulawesi Selatan menyelenggarakan diskusi publik bertajuk "Hakekat Kemerdekaan dalam Perspektif Intelektual Muslim" di Ruang Studio AI, Jalan Taman Makam Pahlawan, Makassar, Sabtu (15/8/2026).
Agenda ini menghadirkan tiga pakar lintas disiplin guna mengulas makna kemerdekaan tidak sekadar sebagai kebebasan fisik dari penjajahan, melainkan kedaulatan berpikir, inovasi karya, hingga pembebasan spiritual yang hakiki.
Dipandu oleh moderator Adi Wijaya diskusi diawali dengan pemaparan dari Dr. Ir. A. Muhammad Syafar akademisi sekaligus Dosen Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar.
Penemu metode Pembelajaran SAVAR sekaligus penulis buku Jejak Takdir tersebut menekankan pentingnya kedaulatan teknologi dan integritas pemikiran di era modern.
Ia menegaskan bahwa intelektual Muslim era digital dituntut untuk memerdekakan pemikiran dari ketergantungan asing serta melahirkan inovasi nyata yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.
Perspektif perencanaan pembangunan daerah disampaikan oleh Dr. Sri Hidayat selaku praktisi perencana pembangunan daerah, ia menggarisbawahi bahwa kemerdekaan nasional yang sejati harus tecermin dalam perumusan kebijakan publik yang presisi, adil, dan inklusif.
Menurutnya, perencanaan wilayah yang matang dan berorientasi pada pemerataan kesejahteraan merupakan wujud nyata pengamalan nilai-nilai kemerdekaan di ranah tata kelola daerah.
Melengkapi pandangan teknokratis dan akademis, Dai Kota Makassar Ust. Haeruddin Al Marusy menyampaikan tinjauan dari dimensi spiritual dan tauhid.
Ia menegaskan bahwa puncaknya kemerdekaan seorang manusia terjadi ketika jiwanya terbebas dari segala bentuk penghambaan kepada sesama makhluk menuju penghambaan yang utuh kepada Pencipta.
"Nilai tauhid ini dinilai menjadi fondasi moral mendasar agar kemerdekaan yang diraih mampu menghadirkan keadilan dan kedamaian yang hakiki bagi bangsa," ujarnya.
Melalui forum ini, FAMI Sulsel berharap gagasan yang dilahirkan para narasumber dapat memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
"Lembaga akademisi ini berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu strategis kebangsaan berbasis nilai keislaman demi memperkokoh kemajuan bangsa," ungkapnya.
Haeril