FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Dari Maros Untuk Indonesia, Kolaborasi Cendekiawan Muda Membangun Negeri


MAROS, Foxnesia.com - Genap 81 tahun Indonesia berdiri kokoh sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Peringatan HUT ke 81 Republik Indonesia ini hendaknya tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan atau selebrasi fisik semata, melainkan momentum krusial untuk melakukan perenungan mendalam atas arah dan perjalanan kebangsaan kita.

Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Maros, Nur Khalis Hasnung, menegaskan bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya diukur dari bebasnya bangsa ini dari penjajahan fisik di masa lalu, melainkan dari kemerdekaan hati dan jiwa (hurriyah al-qalb).

"Kemerdekaan hari ini bukan sekadar cerita tentang apa yang pernah kita alami di masa lalu atau terbebasnya kita dari belenggu fisik penjajah. Kemerdekaan hakiki bersumber dari dalam hati, bagaimana jiwa kita merdeka dari ketakutan, terbebas dari penyakit keserakahan seperti korupsi dan kebiasaan menindas, serta tunduk sepenuhnya dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala," tegas Nur Khalis Hasnung, Senin (17/08/26).

Beliau menambahkan bahwa dari Butta Salewangan Maros, pergerakan pemuda dan mahasiswa harus mampu menjadi pemantik perubahan nasional melalui nalar kritis, kedalaman ilmu, serta keteguhan moral.

Tiga Pilar Kolaborasi Cendekiawan Muda

Berangkat dari kesadaran tauhid dan tanggung jawab kebangsaan, PC IMM Maros menyoroti tiga aspek utama yang harus digerakkan oleh generasi muda dalam mengisi kemerdekaan:

1. Kemerdekaan Hati dan Integritas Moral (Ketaatan kepada Allah SWT)

Cendekiawan muda yang merdeka adalah mereka yang jiwanya terbebas dari pragmatisme, ketakutan, dan godaan korupsi. Ketaatan kepada Allah SWT menjadi benteng utama agar setiap langkah, jabatan, dan ilmu pengetahuan yang dimiliki semata-mata diabdikan untuk kemaslahatan umat dan bangsa, bukan untuk memuaskan hawa nafsu pribadi atau kelompok.

2. Berakar di Daerah, Berdampak Nasional

Pembangunan dan kemajuan bangsa bermula dari kekuatan lokal. Potensi daerah, baik sumber daya manusia maupun kekayaan budaya dan alam di Kabupaten Maros, harus dikelola dengan nalar kritis, ilmu pengetahuan, dan rasa tanggung jawab ketuhanan agar mampu memberi kontribusi nyata di tingkat nasional.

3. Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Tantangan zaman yang semakin kompleks tidak bisa diselesaikan secara individual maupun ego sektoral. Cendekiawan muda harus hadir sebagai jembatan pemersatu yang merangkul elemen pemuda, pemerintah, akademisi, dan masyarakat luas untuk berkolaborasi menghadirkan solusi konkret bagi problematika keumatan dan kebangsaan.

Mengakhiri mekanika pemikirannya, Nur Khalis Hasnung mengajak seluruh kader IMM, insan akademisi, dan segenap elemen pemuda di Kabupaten Maros untuk terus memperkuat niat, melipatgandakan karya, dan menjaga spirit persatuan demi masa depan Indonesia yang adil dan berkemajuan.

"Mari kita jadikan momentum HUT ke 81 RI ini untuk memerdekakan hati kita dari segala bentuk perhambaan selain kepada Allah SWT, menjauhi perilaku koruptif, serta berpindah dari sekadar wacana menuju aksi nyata. Dari Maros, kita berkolaborasi dan mengabdi tanpa henti untuk Indonesia," ucapnya.

Haeril