Inovasi Pakan Fermentatif Lokal Dorong Kemandirian Peternak Sapi Potong Di Desa Lemo Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone
Juni 26, 2026
BONE, Foxnesia.com - Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kemandirian peternak sapi potong yang di laksanakan di Desa Lemo Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone, Jumat (19/06/2026).
Kegiatan yang mengusung inovasi berbasis potensi lokal ini mengusung tema "Pemberdayaan Peternak Sapi Potong Mitra Mario Bongkar Melalui Pendampingan Produksi dan Penerapan Pakan Konsentrat Hijau Berbasis Hijauan Fermentatif Lokal" Turut dihadiri Kepala Desa Lemo, Ketua Kelompok Tani Mitra Mario Bongkar serta petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Mitra Mario Bongkie.
Untuk menjawab tantangan klasik peternakan rakyat, kegiatan ini menghadirkan dua dosen program studi peternakan yakni Andi Kurnia Armayanti Dan Muhammad Erik Kurniawan.
Salah satu permasalahan utama yang dihadapi peternakan sapi potong adalah ketersediaan pakan khususnya pada musim kemarau, dimana kondisi ini berdampak pada penurunan bobot badan ternak, rendahnya efisiensi produksi serta meningkatnya biaya operasional. Dalam menjawab tantangan pemateri pertama tersebut dengan materi "Fermentasi Pakan Lokal" tekanan pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal yang diolah melalui teknologi untuk menjaga ketersediaan pakan.
“Pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal yang diolah melalui teknologi fermentasi agar dapat menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun,” Tuturnya.
Selain itu pemateri kedua, Muhammad Erik Kurniawan dalam materinya mengenai manajemen usaha dan pemasaran menjelaskan bahwa inovasi pakan berbasis sumber daya lokal dapat menjadi solusi untuk menekan biaya produksi.
“Inovasi pakan berbasis sumber daya lokal dapat menjadi solusi untuk menekan biaya produksi sehingga meningkatkan pendapatan peternak, selain itu akses pemasaran yang lebih baik akan memperkuat posisi tawar peternak dalam rantai bisnis sapi potong,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari kepala Desa Lemo, H Arham yang menilai bahwa kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terutama dalam peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis dan perubahan pola pikir dalam mengelola pakan ternak.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan dampak nyata terutama dalam peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis serta perubahan pola pikir dalam pengelolaan pakan ternak,” Jelasnya.
Selain itu, Ketua tim pelaksana kegiatan pengabdian kemitraan masyakat, Abdul Hakim Fattah mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung pembangunan sektor peternakan berkelanjutan, efisien dan berbasis sumber daya lokal melalui pendekatan teknologi tepar guna.
"Ini merupakan kontribusi akademisi dalam mendukung pembangunan sektor peternakan berkelanjutan, efisien dan berbasis sumber daya lokal. Melalui pendekatan teknologi tepar guna, dimana para peternak diberikan pendampingan intensif dalam mengolah hijauan lokal menjadi pakan fermentatif," Ujarnya.
Selain itu Dosen Prodi Peternakan itu juga berharap pendekatan ini dapat memperkuat kemandirian peternak dalam usahanya.
"Kami berharap pendekatan ini dapat memperkuat kemandirian peternak dalam mengelola usaha ternaknya, " Harapnya.
Pada kesempatan yang sama ketua tim pelaksana juga menyerahkan bantuan alat pencacah rumput, mixer pakan, timbangan dan drum agar dapat dimanfaatkan oleh anggota kelompok tani Mitra Mario Bongkie.
Asrul