Mahasiswa KKN UINAM Posko 8 Resmikan Reaktivasi Perpustakaan Desa Tonrorijang
Mei 12, 2026
SIDRAP, Foxnesia.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 78 UIN Alauddin Makassar Posko 8 resmi melaksanakan peresmian reaktivasi perpustakaan desa di Kantor Desa Tonrorijang, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan mahasiswa KKN dalam upaya membangun kembali budaya literasi masyarakat desa melalui penyediaan ruang baca yang nyaman dan edukatif.
Peresmian perpustakaan dihadiri oleh aparat desa, tokoh masyarakat, pemuda desa, hingga anak-anak yang tampak antusias menyambut hadirnya kembali fasilitas literasi di lingkungan mereka.
Program reaktivasi perpustakaan lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi literasi masyarakat serta kondisi perpustakaan desa yang sebelumnya hanya berupa ruangan kosong tanpa fasilitas memadai.
Ketua Posko 8 KKN UIN Alauddin Makassar menyampaikan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang belajar dan ruang sosial bagi masyarakat.
“Kami memilih program ini karena melihat kondisi literasi di Indonesia yang masih memprihatinkan. Di Desa Tonrorijang sendiri, perpustakaan sebelumnya hanya berupa ruangan kosong. Kami berharap ruang ini bisa hidup kembali dan menjadi tempat belajar bersama masyarakat,” ujarnya.
Dalam proses reaktivasi, mahasiswa KKN melakukan berbagai pembenahan mulai dari penataan ruangan, penyediaan buku bacaan, hingga menciptakan suasana ruang baca yang nyaman dan ramah bagi anak-anak maupun masyarakat umum.
Selain menjadi sarana edukasi, program ini juga dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap minimnya perhatian pada fasilitas literasi di pedesaan.
Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat, masyarakat desa dinilai membutuhkan ruang edukasi yang dapat mendorong budaya membaca dan kemampuan berpikir kritis.
Pemerintah Desa Tonrorijang turut menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN 78 UIN Alauddin Makassar Posko 8 atas inisiatif mereka menghidupkan kembali fungsi perpustakaan desa sebagai pusat pembelajaran masyarakat.
Dengan diresmikannya perpustakaan desa tersebut, diharapkan budaya literasi di Desa Tonrorijang dapat terus berkembang dan menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi desa yang lebih cerdas, kritis, dan berpengetahuan.
Haeril