FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

HPMB - Raya : Bupati Bantaeng dan Kapolres Jangan Diam atas Premanisme Terhadap Mahasiswa


BANTAENG, Foxnesia.com — Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya (HPMB-Raya) mengecam tindakan keras premanisme dan dugaan pemukulan terhadap massa aksi mahasiswa yang terjadi pada aksi unjuk rasa Jumat (29/5/26).

Aksi unjuk rasa tersebut terkait tuntutan perbaikan infrastruktur jalan di Desa Babangen, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng.

Aksi tersebut lahir dari keresahan masyarakat yang kami temukan langsung saat melaksanakan kegiatan bakti sosial di Kampung Babangen. Warga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dan bertahun-tahun seolah dibiarkan tanpa perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Akbar Fadli, Kabid Advokasi dan Partisipasi Pembangunan Daerah HPMB Raya mengatakan Mahasiswa hadir membawa suara rakyat, tetapi yang kami terima justru intimidasi, ancaman, dan tindakan kekerasan dari sekelompok preman terhadap massa aksi. Ini bukan sekadar kejadian biasa, tetapi merupakan bentuk nyata pembungkaman demokrasi di Kabupaten Bantaeng.

"Kami menilai sangat mendesak apabila di era yang mengaku menjunjung demokrasi, mahasiswa yang menyampaikan aspirasi malah masyarakat diperlakukan dengan cara-cara barbar dan represif. Pertanyaannya, siapa yang bermain di balik tindakan premanisme tersebut ? Dan mengapa aksi damai mahasiswa bisa dengan mudah disusupi tindakan kekerasan?," ungkapnya, "Sabtu (30/5/26).

Ia berharap Bupati Bantaeng tidak boleh hanya diam dan berpura-pura tidak tahu terhadap situasi ini. Rakyat Desa Babangen menuntut jalan yang layak, bukan janji politik dan pembiaran. Ketika mahasiswa turun mengawal kepentingan masyarakat, justru yang muncul adalah kekerasan terhadap aksi massal. Ini menghasilkan output keras bagi wajah demokrasi di Kabupaten Bantaeng.

“Kami juga menyerap keberadaan dan fungsi aparat keamanan dalam menjamin keselamatan massa aksi. Kapolres Bantaeng tidak boleh menunggu situasi semakin panas baru bertindak. Jika tindakan premanisme terhadap pelajar dibiarkan, maka masyarakat berhak menilai bahwa negara kalah oleh kelompok-kelompok yang mencoba membungkam suara rakyat dengan kekerasan,” terangnya. 

HPMB-Raya mendesak Bupati Bantaeng segera turun langsung menyelesaikan permasalahan infrastruktur jalan di Desa Babangen dan menghentikan penutupan mata terhadap penderitaan masyarakat. Kami juga mendesak Kapolres Bantaeng segera menangkap dan mengusut tuntas pelaku pemukulan terhadap aksi massa tanpa pandang bulu.

Akbar mengatakan apabila kasus ini tidak dilanjutkan secara serius, mereka menilai Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan aparat penegak hukum telah gagal menjaga demokrasi dan melindungi hak rakyat untuk menyampaikan pendapat.

Mahasiswa tidak akan mundur hanya karena intimidasi. Suara rakyat tidak akan pernah bisa dibungkam dengan premanisme.

“Kami turun membawa suara masyarakat Desa Babangen yang menginginkan jalan yang layak.Tetapi yang kami hadapi justru tindakan premanisme dan pemukulan terhadap massa aksi. Kami menantang Bupati Bantaeng dan Kapolres Bantaeng untuk membuktikan keberpihakan mereka kepada rakyat, bukan membiarkan demokrasi diinjak-injak oleh kelompok preman,” tegas Akbar Fadli, Kabid Advokasi dan Partisipasi Pembangunan Daerah Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya.

Sampai berita diturunkan masih sementara menghubungi pihak terkait untuk klarifikasi.

Hae
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan