Viral ! Game TheoTown, Satire Politik di Negeri Simulasi yang Nyata
Januari 13, 2026
OPINI, Foxnesia.com - Indonesia adalah negeri yang penuh dengan keajaiban. Dimana game sederhana seperti TheoTown bisa meroket ke posisi Top 1 di Play Store, hanya karena orang-orang bosan dengan kenyataan dan ingin mencicipi bagaimana rasanya menjadi pejabat.
Bukan pejabat biasa, tapi yang benar-benar membangun kota impian seperti misalnya jalan raya mulus tanpa banjir, listrik nyala 24 jam tanpa mati mendadak, dan anggaran yang benar-benar dipakai untuk rakyat, bukan untuk proyek-proyek misterius yang entah kemana alokasinya.
Sungguh ironis, bukan? Di dunia nyata, kita punya pemimpin yang katanya berpengalaman, tapi di game ini, bahkan anak SMA bisa jadi walikota yang lebih efisien daripada para elite kita.
Bayangkan saja, ribuan orang Indonesia mendadak antusias membangun kota virtual mereka. Mereka mengatur lalu lintas, membangun rumah sakit, dan mengelola ekonomi, semua tanpa perlu ijazah yang asli-aslian atau gelar sarjana yang entah dari mana asalnya.
Oh, tunggu, itu mengingatkan saya pada seseorang yang konon punya ijazah tapi selalu jadi bahan perdebatan netizen. Di TheoTown, setidaknya kalau kamu gagal, kamu bisa restart tanpa harus menunggu pilpres berikutnya atau mengandalkan dukungan partai koalisi.
Di game ini, kompetensi diukur dari hasil, bukan dari pengalaman yang katanya puluhan tahun tapi hasilnya masih begitu-begitu saja.
Menariknya terdapat fitur zona pertanian dan industri digame ini. di mana pemain bisa mengelola lahan sawit tanpa harus merampas hutan adat atau mengakibatkan banjir bandang seperti yang terjadi disumatera baru baru uni.
Di TheoTown, kalau kamu salah kelola, kota kamu bisa terkena bencana atau bahkan di demo, sangat realistis dengan keadaan yang ada di negeri ini bukan?
Selain untuk hiburan masyarakat Indonesia terutama dari kalangan generasi muda mulai berbondong bondong ermain game ini untuk melampiaskan kritik halus terhadap pemerintahan yang katanya pro-rakyat, tapi realitanya lebih mirip kota virtual yang glitch seperti infrastruktur ambruk, korupsi merajalela, dan pemimpin yang sibuk foto-foto pencitraan di media sosial.
Game ini juga memeiliki fitur akses pendidikan. Pemain bisa membangun sekolah dan universitas tanpa perlu khawatir IPK rendah bisa menghalangi karir.
Di TheoTown, setidaknya kalau IPK kota kamu rendah (baca: pendidikan buruk), warga virtual protes dan kamu bisa fix segera.
Beda dengan di sini, di mana kritik rakyat dianggap "buzzer" atau "fitnah", dan masalah dibiarkan menggantung seperti proyek kereta cepat yang molor terus.
Fenomena ini sebenarnya sindiran halus dari rakyat dimana mereka ingin pejabat yang kompeten, bukan yang sibuk dengan drama pribadi seperti kasus korupsi keluarga atau janji-janji kampanye yang menguap begitu saja.
Game ini viral karena memberikan ilusi kontrol terhadap sesuatu yang hilang di negeri ini, di mana demokrasi terasa seperti simulasi buruk dengan bug tak berujung.
Mungkin para pejabat kita sebaiknya coba main TheoTown juga, siapa tahu bisa belajar satu-dua hal tentang transparansi dan akuntabilitas.
Penulis : Ryan Ramdani
(Mahasiswa UIN Alauddin Makassar)
Tulisan Tanggung Jawab Penuh Penulis