Permandian Kolam Renang Waterpark Andalkan Keamanan dan Kenyamanan Untuk Tarik Pengunjung
Januari 03, 2026
GOWA, Foxnesia.com — Wisata air Dewi Sri Waterpark terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu destinasi rekreasi keluarga yang diminati masyarakat.
Berlokasi di jalur strategis dan mudah diakses, tempat wisata ini menawarkan konsep kolam renang beratap yang memberikan kenyamanan bagi pengunjung di segala kondisi cuaca.
Supervisor Dewi Sri Waterpark, Kris, mengatakan bahwa strategi utama pengelola dalam menarik minat pengunjung adalah dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan.
Menurutnya, kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama sejak mereka memasuki area wisata hingga meninggalkannya.
“Strategi utama kami adalah memprioritaskan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengunjung. Dari awal masuk sampai pulang, semuanya terpantau,” ujar Kris.
Keunggulan lain yang ditawarkan Dewi Sri Waterpark terletak pada fasilitas kolamnya. Seluruh kolam di kawasan wisata ini dirancang beratap, sehingga pengunjung tetap dapat menikmati wahana meski cuaca panas atau hujan.
“Ada lima kolam di sini dan semuanya beratap. Jadi mau hujan atau panas, pengunjung tetap nyaman,” jelas Kris.
Dari sisi harga, Dewi Sri Waterpark dinilai cukup terjangkau. Tiket masuk pada hari Senin hingga Jumat dipatok Rp25.000 untuk pengunjung umum, sementara anak di bawah usia dua tahun dapat masuk secara gratis.
Pengelola juga memberikan harga khusus bagi rombongan minimal 25 orang dengan tarif Rp15.000 per orang. Adapun pada akhir pekan dan hari libur nasional, harga tiket umum sebesar Rp30.000.
Salah satu pengunjung, Ica, mengaku tertarik berkunjung ke Dewi Sri Waterpark karena faktor kebersihan dan fasilitas yang memadai.
Ia menilai pengelolaan kolam dilakukan secara profesional dan rutin.
“Kebersihannya terjaga. Setiap hari sekitar jam lima pagi sudah dibersihkan oleh kru,” tuturnya.
Menurut Ica, fasilitas kolam yang berskala nasional menjadi nilai tambah tersendiri. Selain itu, kawasan wisata ini juga menyediakan berbagai pilihan makanan dan wahana air yang aman bagi pengunjung.
“Walaupun hujan, anak-anak tetap bisa berenang. Lifeguard juga selalu siaga di setiap kolam, jadi insyaallah aman,” tambahnya.
Awal berdirinya Wisata Sementara itu, pemilik wahana Dewi Sri, Najwi, mengungkapkan bahwa berdirinya kawasan wisata ini berawal dari proses yang tidak direncanakan.
Awalnya, lokasi tersebut hanya digunakan sebagai area restoran keluarga sebelum akhirnya berkembang menjadi destinasi wisata air.
“Awalnya saya bikin restoran. Dari situ saya belajar banyak soal pengelolaan, pemasaran, dan penyesuaian harga dengan kondisi ekonomi masyarakat,” ungkap Najwi.
Ia menekankan bahwa konsep harga terjangkau menjadi kunci agar masyarakat sekitar tetap bisa menikmati fasilitas wisata.
Menurutnya, strategi tersebut lebih efektif dibandingkan menyasar segmen menengah ke atas dengan harga tinggi.
“Orang sekarang lebih suka yang harganya terjangkau tapi manfaatnya besar,” katanya.
Keuntungan dari usaha restoran kemudian dikembangkan secara bertahap untuk membangun kolam renang dan fasilitas pendukung lainnya hingga menjadi seperti sekarang.
Tinjauan Ekonomi
Dari sudut pandang akademisi, Dosen Ekonomi Alamsyah Agit S.E menilai bahwa keberlanjutan destinasi wisata air sangat dipengaruhi oleh strategi promosi dan perawatan fasilitas.
Ia menekankan pentingnya pemasaran digital yang konsisten agar citra wisata tetap sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
“Promosi di media sosial itu penting, tapi harus diimbangi dengan menjaga kualitas fasilitas. Jangan sampai yang ditampilkan bagus di media sosial, tapi kenyataannya tidak terawat,” jelasnya.
Selain promosi, keterlibatan masyarakat sekitar juga menjadi indikator keberhasilan destinasi wisata. Keberadaan pedagang dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan wisata menunjukkan dampak positif bagi lingkungan sosial dan ekonomi setempat.
Dengan mengombinasikan fasilitas yang nyaman, sistem keamanan yang ketat, harga terjangkau, serta strategi pemasaran yang tepat, Dewi Sri Waterpark terus berupaya menjadi destinasi wisata unggulan dan berkelanjutan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Ia menekankan pentingnya pemasaran digital yang konsisten agar citra wisata tetap sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
“Promosi di media sosial itu penting, tapi harus diimbangi dengan menjaga kualitas fasilitas. Jangan sampai yang ditampilkan bagus di media sosial, tapi kenyataannya tidak terawat,” jelasnya.
Selain promosi, keterlibatan masyarakat sekitar juga menjadi indikator keberhasilan destinasi wisata. Keberadaan pedagang dan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan wisata menunjukkan dampak positif bagi lingkungan sosial dan ekonomi setempat.
Dengan mengombinasikan fasilitas yang nyaman, sistem keamanan yang ketat, harga terjangkau, serta strategi pemasaran yang tepat, Dewi Sri Waterpark terus berupaya menjadi destinasi wisata unggulan dan berkelanjutan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Kolam Renang Mario, Alternatif Wisata Air yang Nyaman
Kolam Renang Mario juga menjadi salah satu destinasi wisata air yang populer di Gowa.
Penanggung jawab Kolam Renang Mario, Pak Riyan, mengatakan bahwa strategi utama mereka adalah lokasi yang strategis, yaitu di tengah-tengah pusat Gowa.
“Lokasi kami yang berada di tengah-tengah pusat Gowa membuat kami unggul dalam segi lokasi,” ujar Pak Riyan.
Kolam Renang Mario dikelola dengan sistem kekeluargaan dan telah berpindah tangan beberapa kali, yaitu dari Bapak Sainal Abidin, mantan Bupati Takalar, ke Bapak Bupati Takalar, dan sekarang dikelola oleh Haji Amirul Abbas sejak tahun 2008.
Salah satu pengunjung, Yusran, mengatakan bahwa ia tertarik mengunjungi Kolam Renang Mario karena lokasinya yang dekat dengan rumah, kebersihan kolam yang terjaga, dan penjaga kolam yang ramah.
Penanggung jawab Kolam Renang Mario, Pak Riyan, mengatakan bahwa strategi utama mereka adalah lokasi yang strategis, yaitu di tengah-tengah pusat Gowa.
“Lokasi kami yang berada di tengah-tengah pusat Gowa membuat kami unggul dalam segi lokasi,” ujar Pak Riyan.
Kolam Renang Mario dikelola dengan sistem kekeluargaan dan telah berpindah tangan beberapa kali, yaitu dari Bapak Sainal Abidin, mantan Bupati Takalar, ke Bapak Bupati Takalar, dan sekarang dikelola oleh Haji Amirul Abbas sejak tahun 2008.
Salah satu pengunjung, Yusran, mengatakan bahwa ia tertarik mengunjungi Kolam Renang Mario karena lokasinya yang dekat dengan rumah, kebersihan kolam yang terjaga, dan penjaga kolam yang ramah.
“Kolamnya sangat bersih dan penjaga kolamnya sangat baik, beda dengan kolam-kolam yang lain,” tuturnya.
Penulis : Nurfadillah
(Mahasiswi Jurnalistik UINAM)