FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

HIMALAYA FT UMSi Gelar Sekolah Advokasi : Dari Isu Lapangan Menuju Perubahan


SINJAI, Foxnesia.com - HIMALAYA FT UMSi sukses melaksanakan Sekolah Advokasi sebagai langkah awal menelisik isu dan menggali potensi Desa Duampanuae secara langsung bersama masyarakat. 

Hasil dari proses advokasi dan kajian lapangan tersebut kemudian dibukukan dalam karya berjudul “Menelisik Potensi Desa Duampanuae: Dari Akar Lokal Menuju Kontribusi Nasional”, sebagai bentuk kontribusi intelektual mahasiswa. 

Komitmen advokasi ini dilanjutkan melalui Seminar Advokasi yang digelar sebagai ruang dialog dan penguatan kapasitas bersama aparat desa dan masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber pengembangan kewirausahaan dari Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja, sekaligus menjadi momentum penyerahan buku hasil Sekolah Advokasi sebagai simbol nyata sinergi gagasan, aksi, dan keberpihakan pada pembangunan desa berbasis potensi lokal.

Ketua Umum Himalaya FT UMSi, Maqamalqirah menjelaskan bahwa Desa Duampanuae memiliki potensi dari segi ekonomi yang kuat dan menjadi sumber penghidupan utama masyarakat, khususnya dari sektor pertanian dan peternakan. 

Sebagian besar warga menggantungkan penghasilannya pada pertanian tanaman pangan seperti padi dan jagung, serta produksi gula merah yang hampir dikelola di setiap dusun sebagai usaha turun-temurun. 

Selain itu, sektor peternakan seperti sapi, kambing, dan ayam juga memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi masyarakat, di mana hasil penjualannya dalam periode tertentu dapat mencapai belasan juta rupiah. 

"Tak hanya itu, potensi ini semakin didukung oleh kekayaan sosial budaya masyarakat yang masih terjaga serta kondisi lingkungan alam yang relatif lestari," ujarnya, Kamis (08/01/26).

Lebih lanjut, Ketua Umum Himalaya FT UMSi juga menjelaskan apabila lingkungan dan potensi alam Desa Duampanuae tidak dikelola secara bijak, berbagai dampak negatif dapat terjadi, seperti menurunnya kesuburan lahan, berkurangnya hasil pertanian, meningkatnya risiko banjir dan pencemaran, serta terganggunya keberlanjutan usaha gula merah atau UMKMnya. 

Kerusakan lingkungan juga dapat mengancam kelestarian budaya dan menurunkan kualitas hidup masyarakat. 

"Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan menjadi kunci penting agar potensi ekonomi, sosial budaya, dan alam Desa Duampanuae dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun mendatang," tutupnya.
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan