HMI Cabang Bulukumba Soroti Video Klarifikasi Guru SD : Kita Remedial pada Aspek Keterbukaan dan Kejujuran
November 14, 2025
BULUKUMBA, Foxnesia.com - Berita mengenai Guru SDN 156 Kalukubodoa, Kabupaten Bulukumba yang disuruh meminta maaf setelah mengunggah video kondisi sekolah rusak, menimbulkan keprihatinan serius di kalangan intelektual muda, khususnya Ketua Bidang Pembinaan Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bulukumba.
Muhammad Asdar menilai fenomena tersebut tidak hanya menyangkut persoalan administrasi atau kedisiplinan pegawai negeri, tetapi lebih jauh menyentuh nilai fundamental kejujuran, tanggung jawab sosial, dan moralitas publik.
Ketua Bidang Pembinaan Anggota HMI Cabang Bulukumba ini dengan tegas mengkritik tindakan tidak etis yang menimpa seorang guru di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan.
"Dari sudut pandang akademik, saya melihat kasus ini mencerminkan konflik antara etika moral individu dan etika birokrasi. Dalam birokrasi yang hierarkis, loyalitas sering diukur dari kepatuhan terhadap atasan, bukan terhadap kebenaran. Padahal dalam etika Islam, loyalitas tertinggi harusnya hanya tertuju kepada kebenaran dan keadilan," ungkapnya, Jumat (14/11/25).
HMI Cabang Bulukumba menilai bahwa permintaan maaf yang dipaksakan adalah bentuk pembungkaman moralitas. Menekan seorang guru agar meminta maaf karena berkata jujur adalah bentuk penyimpangan etika publik dan pelanggaran hak moral.
"Ini menunjukkan bahwa sistem birokrasi pendidikan di Kabupaten Bulukumba belum sepenuhnya menanamkan budaya keterbukaan dan tanggung jawab sosial," ujar Asdar.
Dirinya memandang pendidikan sebagai arena pembentukan manusia beriman, berilmu, dan beramal agar berakhlakul karimah.
Guru memiliki posisi mulia sebagai pelanjut tugas kenabian dalam menyampaikan kebenaran dan mencerdaskan umat.
Ketika seorang guru menegakkan nilai kejujuran dan peduli terhadap keselamatan siswa, maka ia sedang mengamalkan nilai keislaman dan keilmuan secara nyata.
"Kondisi Guru SDN 156 menandakan birokrasi di Bulukumba masih remedial terhadap Kejujuran sehinga kedepan kami HMI Cabang Bulukumba mendorong Pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan harus meninjau ulang paradigma birokratis yang menempatkan “citra lembaga” di atas keselamatan dan kebenaran," tegasnya.
HMI menegaskan bahwa kejujuran adalah inti peradaban Islam dan pilar kemajuan bangsa. Menekan seorang guru karena menyuarakan kebenaran berarti menekan inti dari pendidikan itu sendiri.
HMI berpandangan, pendidikan tidak boleh dikendalikan oleh ketakutan, tetapi harus dijiwai oleh keberanian moral dan integritas.
Sebagai kader umat dan bangsa, HMI menyerukan agar semua pihak pemerintah Daerah, DPRD, Guru, dan masyarakat membangun budaya kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab sosial dalam sistem pendidikan.
"Sebab hanya dengan kejujuranlah pendidikan akan melahirkan manusia beriman, berilmu dan beramal," tutupnya.
Haeril