FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Syukuran Kemenangan, Bupati Hery Gelar Ritus Adat Caca Selek di Kampung Todo



MANGGARAI, Foxnesia.com - Bupati Manggarai terpilih periode 2025–2030, Herybertus Geradus Laju Nabit menggelar ritus adat Caca Selek di Kampung Adat Todo, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Rabu (9/7/2025).

Ritus ini menjadi ungkapan syukur atas kemenangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Manggarai yang digelar pada 27 November 2024 lalu, sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan warisan budaya kampung halamannya.

Kampung Todo, sebagai salah satu kampung adat tertua dan simbol kekuasaan kerajaan Manggarai tempo dulu, memiliki posisi penting secara historis dan spiritual bagi masyarakat Manggarai.

Bupati Hery yang berasal dari kampung ini memilih untuk kembali ke akar budayanya guna menyampaikan rasa syukur secara adat dan spiritual melalui prosesi yang sakral dan bermakna dalam.

Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa (8/7/2025) pagi, dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Lalong Tana, di Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong.

Ziarah ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu dan pejuang Manggarai, serta sebagai simbol bahwa kemenangan politik harus dimulai dengan rasa hormat terhadap sejarah dan jasa para leluhur.

Usai ziarah, Bupati Hery bersama istri, Meldyanti Hagur, keluarga besar, dan rombongan bertolak menuju Kampung Adat Todo. 

Tiba sekitar pukul 18.10 WITA, rombongan disambut secara adat melalui ritus Ronda di Pa’ang — prosesi penyambutan di gerbang kampung yang menjadi simbol penerimaan resmi dari masyarakat adat. 

Setelah itu, mereka diarak menuju Niang atau rumah adat utama Wowang, tempat digelarnya ritus inti.

Dalam rumah adat, Hery Nabit dan keluarga kembali disambut dengan ritus Tuak Kapu, yakni pemberian minuman tradisional sebagai simbol penerimaan dan penghormatan bagi tamu terhormat. 

Pada malam yang sama, mereka juga melaksanakan ritus Teing Hang Kolang, sebagai prosesi awal pembersihan diri dan jiwa sebelum menjalankan ritus utama.

Puncak dari seluruh rangkaian prosesi adat, yakni ritus Caca Selek. Dalam tradisi masyarakat Manggarai, Caca Selek merupakan ritus syukur kepada Mori Jari Dedek (Tuhan Yang Maha Esa) dan para leluhur atas penyertaan dalam perjalanan hidup, khususnya dalam pencapaian suatu tujuan besar. 

Ritus ini menjadi pelengkap dari ritus sebelumnya, yaitu Selek, yang biasa dilakukan saat memulai perjuangan atau kontestasi besar, dengan maksud memohon restu dan perlindungan.

Bupati Hery menyampaikan bahwa penyelenggaraan ritus ini merupakan bentuk pengakuan bahwa kemenangan dalam politik bukan semata hasil kerja manusia, melainkan buah dari penyertaan Tuhan dan restu leluhur.

“Melalui ritus Caca Selek, saya ingin mengucap syukur kepada Tuhan dan leluhur yang telah menjaga saya dalam perjuangan politik ini. Sekaligus memohon restu untuk melayani rakyat Manggarai selama lima tahun ke depan,” ungkapnya.

Kehadiran masyarakat Todo dalam prosesi ini sangat antusias. Sejak sore hari, masyarakat telah memadati area kampung adat, mengenakan busana tradisional, menyanyikan lagu-lagu adat, dan menari bersama sebagai wujud kegembiraan atas keberhasilan putra asal Todo yang kembali dipercaya memimpin daerah.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ekspresi pribadi seorang pemimpin atas kemenangannya, tetapi juga menjadi ruang simbolik yang menegaskan pentingnya kearifan lokal dalam praktik politik modern. Tradisi, dalam hal ini, tidak hanya dijaga, tetapi diberi tempat untuk hidup dan menjadi bagian dari narasi pembangunan.

Dengan menyelenggarakan ritus adat di kampung halamannya, Bupati Hery menunjukkan bahwa kekuasaan politik seharusnya tidak memutus akar kultural, melainkan justru menjadi sarana memperkuat identitas dan martabat komunitas adat.

Laporan : Nobertus Patut
Editor : Haeril
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan