Mahasiswa KKNT Unhas Ciptakan Pusat Data Pelaku Usaha Lewat QR Code Digital
Juli 26, 2025
SIDRAP, Foxnesia.com - Sebagai bagian dari program kerja individu, salah satu Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin membangun sistem pusat data untuk pelaku usaha di Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan ini dimulai dengan observasi dan wawancara langsung pada hari Senin, tanggal 21-23 Juli 2025 kepada para pelaku usaha di lima dusun yang ada di desa tersebut.
Program ini bertujuan untuk membantu desa dalam mendata pelaku usaha secara digital melalui Google Spreadsheet yang terhubung langsung dengan QR Code.
Sistem ini memungkinkan informasi pelaku usaha dapat diakses dengan mudah, cepat, dan akurat hanya melalui pemindaian QR Code yang telah disediakan.
Mahasiswa pelaksana program ini adalah Nurmaulida Fatimah Zahra, dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Ia menjelaskan bahwa sebanyak 13 pelaku usaha telah berhasil didata. Usaha mereka beragam, mulai dari kuliner, jasa, hingga pengrajin dan kerajinan khas desa.
“Saya telah mendatangi langsung pelaku usaha dan mewawancarai mereka mengenai nama usaha, jenis usaha, produk unggulan, lokasi, kontak, media sosial, dan punya QRIS atau tidak. Semua data telah saya input dalam spreadsheet, dan saya telah membagikan QR Code-nya ke desa agar dapat diakses oleh perangkat desa secara real-time. QR Code juga dapat dilihat oleh masyarakat umum, namun hanya dalam mode lihat dan tidak bisa diedit,” ujar Nurmaulida, Sabtu (26/07/25).
Setelah proses pendataan, QR Code untuk akses pusat data tersebut telah diberikan kepada Sekretaris Desa Allakuang, Suarni Suparman bersamaan dengan akun pengelola dan penjelasan mengenai cara penggunaan, pembaruan, dan pencarian data.
Hal ini memungkinkan pihak desa untuk melanjutkan pengelolaan dan memperbarui data secara mandiri serta berkelanjutan.
Data yang telah dikumpulkan bersifat dinamis dan dapat terus diperbarui apabila di kemudian hari terdapat pelaku usaha baru yang ingin didata, atau jika terdapat perubahan data dari pelaku usaha yang telah tercatat sebelumnya.
Sistem ini juga mendukung transparansi dan pengelolaan informasi UMKM secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dengan adanya pusat data digital ini, diharapkan Desa Allakuang dapat lebih mudah dalam merancang program pemberdayaan pelaku usaha sekaligus menjadi model awal digitalisasi UMKM di tingkat desa.
Haeril