FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Pimpin Rapat Bahas Pendanaan GCF Untuk Ketahanan Petani Kecil


KUPANG, Foxnesia.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma memimpin rapat strategis membahas pendanaan proyek Green Climate Fund (GCF).

Rapat ini digelar secara virtual dari Ruang Rapat Gubernur di Kupang.

Rapat tersebut diikuti oleh para pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT, Sekretaris Daerah NTT, serta 12 Bupati dari kabupaten penerima manfaat proyek.

Hadir pula secara virtual perwakilan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, yakni Siprianus Bate Soro selaku Team Leader ad interim for Risk, Resilience, and Governance Unit, serta Budi Gunawan sebagai Programme Research Manager.

Pertemuan ini membahas rencana pendanaan proyek penguatan ketahanan iklim bagi petani kecil di NTT. 

Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTT, National Designated Authority (NDA) Kementerian Keuangan, dan UNDP.

NDA yang diwakili oleh Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan bertindak sebagai otoritas nasional yang mengelola dan menyelaraskan proyek-proyek GCF dengan kebijakan pembangunan nasional serta strategi adaptasi perubahan iklim.

Dalam pemaparannya, Siprianus Bate Soro menjelaskan bahwa proyek ini merupakan hibah dari GCF yang bertujuan memperkuat daya tahan petani kecil terhadap dampak perubahan iklim, khususnya melalui pengembangan komoditas pertanian strategis.

“Proyek ini menyasar langsung sekitar 45.000 rumah tangga petani dan akan dilaksanakan selama enam tahun. Selain membantu petani beradaptasi terhadap perubahan iklim, program ini juga akan mendorong penguatan kebijakan sektor pertanian yang berbasis iklim,” ujar Siprianus, Sabtu (12/7/2025).

Adapun 12 Kabupaten yang menjadi lokasi pelaksanaan proyek ini yaitu Alor, Flores Timur, Lembata, Sikka, Ende, Manggarai Barat, Kupang, Timor Tengah Selatan, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Sumba Timur.

Gubernur NTT dalam arahannya menegaskan pentingnya percepatan tindak lanjut dari pemerintah kabupaten penerima manfaat.

Ia meminta agar setiap pemangku kepentingan segera melakukan langkah teknis yang diperlukan agar proyek ini segera berjalan.

“Pasca pertemuan ini, kita butuh langkah-langkah teknis yang mendukung agar program ini cepat terealisasi. Kita akan pastikan agar program ini segera diputuskan dan dilaksanakan,” tegas Gubernur.

Haeril
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan