FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

UKM KPI Unhas dan Dinsos Bone Bangun Skema Keberlanjutan Pemberdayaan Kelompok Rentan


BONE, Foxnesia.com – Program pemberdayaan masyarakat dinilai membutuhkan dukungan lintas sektor agar manfaatnya tidak berhenti ketika sebuah program pengabdian selesai. 

Semangat tersebut menjadi dasar kolaborasi Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin dengan Dinas Sosial Kabupaten Bone melalui penandatanganan Dokumen Komitmen Keberlanjutan Kerja Sama, Kamis (24/9/2026).

Kesepakatan yang berlangsung di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bone ini diarahkan untuk menjaga kesinambungan manfaat program Mannennungeng yang dilaksanakan di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo. 

Salah satu sasaran yang menjadi perhatian adalah kelompok rentan yang membutuhkan penguatan kapasitas sosial sekaligus akses terhadap peluang ekonomi produktif.

Dalam kerja sama tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Bone berkomitmen mendukung proses pemberdayaan melalui berbagai instrumen yang dimiliki. 

Fasilitasi dapat dilakukan melalui Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), sementara pendampingan masyarakat diperkuat melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bone, H. Jemmy mengatakan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat memperluas dukungan bagi masyarakat yang menjadi sasaran program.

“Kami menyambut baik kolaborasi dengan UKM KPI Unhas. Dinas Sosial Kabupaten Bone berkomitmen untuk memfasilitasi pemberdayaan ekonomi kelompok rentan melalui ATENSI dan UEP, serta pendampingan sosial berkelanjutan melalui TKSK dan PKH," katanya.

"Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat upaya kita dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, khususnya di Desa Kajaolaliddong. Program Mannennungeng yang dijalankan mahasiswa Unhas sejalan dengan visi kami untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” lanjutnya.

Bagi UKM KPI Unhas, komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan hasil pengabdian. Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, mengatakan dukungan pemerintah daerah dapat memastikan masyarakat tetap memiliki akses pendampingan setelah masa pelaksanaan program mahasiswa berakhir.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan dari Dinas Sosial Kabupaten Bone. Komitmen ini menjadi jaminan bahwa kelompok rentan di Desa Kajaolaliddong akan terus mendapatkan pendampingan, bahkan setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi model kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S menjelaskan bahwa Mannennungeng dikembangkan dengan pendekatan yang menggabungkan pemberdayaan pertanian dengan penguatan kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

“Dengan adanya dukungan dari Dinas Sosial, kami optimis kelompok rentan di desa dapat lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi. Ini adalah bentuk nyata dari pengabdian yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Kerja sama tersebut menjadi langkah untuk menghubungkan hasil pengabdian mahasiswa dengan program pemberdayaan yang dimiliki pemerintah daerah. Dengan demikian, proses pendampingan masyarakat dapat dilanjutkan melalui jalur kelembagaan yang telah tersedia.

UKM KPI Unhas dan Dinas Sosial Kabupaten Bone selanjutnya berkomitmen memperkuat pemberdayaan ekonomi kelompok rentan, meningkatkan kapasitas kelembagaan sosial, serta mendorong pendampingan yang berkesinambungan di Desa Kajaolaliddong.

Kolaborasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa keberlanjutan program pemberdayaan membutuhkan keterlibatan bersama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. 

Melalui sinergi tersebut, manfaat program Mannennungeng diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Haeril