FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kadernya Diserang Menggunakan Senjata Tajam, Ketua GP Ansor Sulsel : Proses Penanganan Perkara Harus Transparan


MAKASSAR, Foxnesia.com - Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor angkat bicara terkait penyerangan yang dialami salah satu kadernya.

Korban bernama Alfian berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol) di Makassar

Ia menyerang sekitaran kawasan Mall Ratu Indah (MaRI), Jalan Mawas, Kota Makassar Sulsel, Sabtu (19/9/26) malam.

Ketua GP Ansor Sulsel, Muhammad Ridwan Yusuf menyatakan mengucapkan dan mengutuk keras aksi penyerangan menggunakan senjata tajam yang menimpa seorang kader Ansor Banser Kota Makassar yang juga berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Mall Ratu Indah (MaRI), 

Peristiwa tersebut mengakibatkan korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis serta jahitan akibat luka tebas. 

“Kami menyampaikan solidaritas dan dukungan penuh kepada korban serta keluarga agar diberikan kekuatan dan kesembuhan,” ungkapnya, Minggu (20/9/26).

GP Ansor Sulsel mengatakan keamanan dan keselamatan masyarakat di ruang publik merupakan tanggung jawab bersama dan tidak boleh dikompromikan. 

“Jika benar terdapat praktik parkir ilegal dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum juru parkir pembohong sebagaimana informasi yang beredar, maka permasalahan tersebut harus ditangani secara serius oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan,” jelasnya.

“Kami meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan parkir dan pengawasan di kawasan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” lanjut Muhammad Ridwan Yusuf.

GP Ansor Sulsel mendesak aparat Kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini secara profesional, menangkap pelaku jika telah memenuhi bukti dan unsur pidananya, serta memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. 

“Kami juga meminta agar seluruh pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan dan pengawasan parkir melakukan langkah-langkah konkret untuk mencegah praktik jukir pembohong yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan menjaga masyarakat,” tegasnya.

Ia mengatakan Setiap dugaan pembiaran yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat perlu dievaluasi dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

GP Ansor Sulsel akan memberikan perhatian dan mengawal proses hukum kasus ini secara kelembagaan dengan tetap menghormati independensi aparat penegak hukum. 

“Kami meminta agar proses penanganan perkara dilakukan secara transparan, objektif, dan berkeadilan, serta memastikan hak-hak korban mendapatkan perlindungan. Kami juga membuka ruang koordinasi dengan LBH Ansor dan pihak terkait untuk memastikan pendampingan terhadap korban berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Ketua GP Ansor Sulsel mengajak Kepada seluruh Kader Ansor, Banser, rekan-rekan ojol, dan masyarakat luas, GP Ansor Sulsel mengimbau agar tetap tenang, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta menyerahkan proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang. 

"Solidaritas terhadap korban harus diwujudkan melalui langkah-langkah yang konstitusional, terukur, dan bermartabat," ungkap Ketua GP Ansor Sulsel.

GP Ansor Sulsel berdiri bersama korban dan akan terus mendorong terciptanya ruang publik yang aman, tertib, dan bebas dari segala bentuk kekerasan serta premanisme.

Par