FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pelatihan dan Pendampingan Aplikasi SIPAKATAU bagi Kader, Wujud Keberlanjutan Program Baruga SIPAKATAU di Desa Beroanging


JENEPONTO, Foxnesia.com — Dalam rangka mendukung keberlanjutan Program Baruga SIPAKATAU Tim Pelaksana PPK Ormawa BKMF Sinapsis FIKK UNM di Desa Beroanging, telah dilaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi kepada para kader, Senin (24/08/26).

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan program yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri.

Pelatihan difokuskan pada pengenalan serta praktik penggunaan aplikasi sebagai sarana pencatatan, pemantauan, dan pengelolaan data kesehatan masyarakat. 

Para kader diberikan pendampingan secara langsung agar mampu mengoperasikan aplikasi dengan baik dan dapat menerapkannya dalam kegiatan pelayanan serta pemantauan di masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Beroanging, Bapak Nurdin Nur  Babinsa Desa Beroanging beberapa kepala dusun, para kader. 

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan bersama terhadap keberlanjutan inovasi kesehatan yang telah dikembangkan melalui Program Baruga SIPAKATAU.

Dalam sambutannya, Nurdin Nur selaku Kepala Desa Beroanging menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan dan berharap aplikasi yang telah diperkenalkan dapat terus digunakan oleh kader dan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena bukan hanya memberikan pengetahuan kepada kader, tetapi juga menjadi bekal agar program Baruga SIPAKATAU dapat terus berjalan di Desa Beroanging. Kami berharap para kader dapat memanfaatkan aplikasi ini dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan," ujarnya.

Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan ini, kader diharapkan tidak hanya mampu menggunakan aplikasi, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjadi penggerak dalam pemantauan kesehatan masyarakat di tingkat desa. 

Pembentukan dan penguatan kapasitas kader menjadi salah satu bentuk nyata keberlanjutan Program Baruga SIPAKATAU, sehingga program tidak berhenti pada tahap pelaksanaan, tetapi dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Beroanging.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan program membutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, kader, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. 

Dengan adanya sinergi tersebut, Baruga SIPAKATAU diharapkan dapat terus berkembang sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dan mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak di Desa Beroanging.

Haeril