FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kepemimpinan Profetik Dalam Tata Kelola Perguruan Tinggi Islam : Prof Andi Aderus Layak Menjadi Rektor IAIN Parepare


OPINI, Foxnesia.com - Kepemimpinan perguruan tinggi Islam pada era kontemporer dituntut tidak hanya mampu mengelola institusi secara administratif dan manajerial, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai etik dan spiritual sebagai landasan kebijakan. 

Dalam konteks ini, kepemimpinan profetik menjadi paradigma yang relevan, karena menempatkan kepemimpinan sebagai amanah moral, tanggung jawab sosial, dan pengabdian transendental. 

Sebagai Ketua Komisariat IMDI UIN Alauddin Makassar, saya menilai sosok Prof. Andi Aderus layak menjadi Rektor IAIN Parepare karena kapasitas akademik, integritas personal, serta rekam jejak kepemimpinan yang mencerminkan prinsip-prinsip kepemimpinan profetik dalam tata kelola perguruan tinggi Islam.

Secara konseptual, kepemimpinan profetik berakar pada tiga pilar utama: humanisasi, liberasi, dan transendensi. 

Humanisasi tercermin dalam orientasi kebijakan yang memuliakan manusia, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa, sebagai subjek utama pengembangan institusi. 

Prof. Andi Aderus dikenal memiliki komitmen kuat terhadap penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas akademik, pengembangan kapasitas dosen, serta penciptaan iklim kampus yang inklusif dan dialogis. 

Pendekatan ini sejalan dengan nilai humanisasi yang menempatkan kampus sebagai ruang pembebasan intelektual dan pemanusiaan.

Pilar liberasi dalam kepemimpinan profetik menuntut keberanian pemimpin untuk membebaskan institusi dari praktik-praktik ketidakadilan, stagnasi birokrasi, dan budaya akademik yang tidak produktif. 

Dalam perjalanan akademik dan strukturalnya, Prof. Andi Aderus menunjukkan sikap tegas namun bijak dalam mendorong reformasi tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas. 

Upaya tersebut penting untuk memastikan perguruan tinggi Islam tidak terjebak pada rutinitas administratif semata, tetapi mampu bertransformasi menjadi pusat keunggulan keilmuan dan moral.

Sementara itu, transendensi menjadi dimensi pembeda utama kepemimpinan profetik dibandingkan model kepemimpinan sekuler. 

Transendensi meniscayakan bahwa seluruh kebijakan dan arah pengembangan institusi berlandaskan nilai keimanan dan etika Islam. 

Prof. Andi Aderus memandang kepemimpinan bukan sebagai ruang akumulasi kekuasaan, melainkan sebagai ibadah dan pengabdian. 

Dengan itu Sebagai Ketua Komisariat IMDI UIN Alauddin Makassar Saya Menganggap Bahwa Prof Andi Aderus, memperlihatkan kelayakannya dalam bentuk mensupport kegiatan-kegiatan anak muda apatalagi bantuan pendidikan untuk mahasiswa yang kurang mampu. 

Terakhir dari tulisan sederhana ini, kepemimpinan profetik ter manifestasikan dalam bentuk support beliau ke kegiatan kegiatan anak muda yang hari ini kadang dipandang sebelah mata. 

Dan juga beliau memberikan kepedulian besar kepada keberlanjutan pendidikan mahasiswa yang kurang mampu dengan memberi bantuan pendidikan.

Penulis : Ardi
(Mahasiswa UIN Alauddin Makassar)

Tulisan Tanggung Jawab Penuh Penulis
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan