Mahasiswa KKN STAI DDI Maros Sukses Gelar Praktik Penyelenggaraan Jenazah
Februari 15, 2025
MAROS, Foxnesia.com - Mahasiswa KKN STAI DDI Maros Sukses menggelar kegiatan Praktik Penyelenggaraan Jenazah di Masjid Babussalam, Dusun Salassa, Kabupaten Maros, Jumat (14/02/25) Kemarin.
Acara ini dihadiri oleh masyarakat setempat dan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Lebbo Tengae, Suryanto Indra.
Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKN STAI DDI Maros telah melaksanakan acara ini, yang diyakini membawa manfaat besar bagi warga khususnya di wilayah Desa lebbotengae.
"Semoga setelah pelatihan ini itu bisa terlahir seseorang yang bisa mahir dan paham dalam prosesi penyelenggaraan jenazah," ungkapnya.
Sementara itu, Firdaus selaku Koordinator Desa mahasiswa KKN STAI DDI Maros, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan pengetahuan saja, akan tetapi juga memberikan kontribusi langsung dalam penerapan ilmu agama di masyarakat.
"Saya berharap kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi warga Dusun Salassa dan meningkatkan kualitas ibadah serta kepedulian sosial di komunitas tersebut," harapnya.
Tiga narasumber dari KUA Kecamatan Cenrana turut mengisi acara ini dengan memberikan pengetahuan tentang tata cara penyelenggaraan jenazah.
Narasumber pertama, Ustadz Nur Alam, menjelaskan dasar-dasar penyelenggaraan jenazah menurut ajaran Islam, meliputi tahapan dan hukum yang berlaku.
Selanjutnya, Ustadz Fatahuddin menekankan pentingnya ketelitian dalam setiap langkah penyelenggaraan jenazah dan mengajak peserta untuk memahami makna spiritual di balik setiap tindakan yang dilakukan.
Puncak acara adalah sesi praktek yang dipandu oleh Ustadzah Rahmawati. Beliau dengan seksama memandu peserta melalui proses memandikan jenazah, menggunting kain kafan, mengkafani jenazah, melaksanakan shalat jenazah, hingga penguburan.
Semua peserta menyaksikan proses ini dengan penuh perhatian, menjadikannya pengalaman yang sangat berarti.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Kepala Dusun, Ketua RT, Imam Desa, Imam Dusun, Imam Masjid, Karang Taruna Lebbo Tengae serta Masyarakat sekitar.
Kehadiran mereka menunjukkan komitmen untuk mempelajari tata cara penyelenggaraan jenazah dan meningkatkan kesadaran spiritual masyarakat dalam mengurus jenazah sesuai dengan ajaran agama.
Haeril